BEM FISIP Unair Dibekukan

Komentar Rocky Gerung BEM FISIP Unair Sempat Dibekukan Adalah Kedunguan 'Rektoran Ini Enggak Ngerti'

Komentar Rocky Gerung BEM FISIP Unair sempat dibekukan adalah kedunguan 'rektoran ini enggak ngerti'.

Youtube Rocky Gerung Official/SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
Rocky Gerung (kanan) BEM FISIP Unair sempat dibekukan adalah kedunguan 'rektoran ini enggak ngerti'. 

SURYAMALANG.COM, - Pendapat komentator politik Rocky Gerung soal BEM FISIP Unair sempat dibekukan mencuat. 

Dikenal sebagai akademikus, filsuf, dan intelektual publik Indonesia, Rocky Gerung menyebut tindakan dekan membekukan BEM FISIP Unair adalah kedunguan.

Rocky Gerung juga menyorot rektoran yang dinilai tidak mengerti tentang siapa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sesungguhnya. 

BEM FISIP Universitas Airlangga (Unair) sempat dibekukan oleh Dekan FISIP, Prof Bagong Suyanto.

Baca juga: Alasan Pembekuan BEM FISIP Unair Dicabut, Bentuk Pelanggaran Dipertanyakan Kritik Prabowo-Gibran

Pembekuan itu terjadi gara-gara kiriman karangan bunga yang bersifat mengolok-olok Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Rocky Gerung, menilai langkah represif yang dilakukan Dekan FISIP Unair justru kontraproduktif jika bertujuan sebagai pengendalian terhadap kebebasan mahasiswa dalam berdemokrasi.

Rocky Gerung mengatakan, tindakan represif itu menimbulkan keramaian di media sosial yang malah jadi bumerang bagi kampus. 

Gelombang kritisisme itu dinilai akan menular ke BEM kampus lainnya.  

"Saya bisa bayangkan di pojok-pojok kafe, kantin atau kantor BEM" kata Rocky Gerung di Youtube Rocky Gerung Official tayang Senin (28/10/2024) melansir TribunJakarta.com.

"Itu mulai terjadi keributan yang juga kelucuan karena mereka pasti ya antara merasa kesal karena dibubarin atau dibekukan tapi juga seneng karena akhirnya berita muncul lagi dari Unair karena kritisisme masih ada pada Mahasiswa Unair" bebernya. 

"Lalu, ini akan tertular pada BEM yang lain kan pemerintah atau rektoran ini enggak ngerti BEM adalah jaringan bawah tanah sebetulnya yang terkoneksi secara samizdat," ungkap Rocky.

Baca juga: BREAKING NEWS : Pembekuan BEM FISIP Unair Dicabut di Momen Sumpah Pemuda, Kajian Politik Tetap Jalan

Kata Samizdat merujuk kepada bentuk aktivitas pembangkangan di Blok Timur.

Tindakan ini dilakukan untuk menghindari penyensoran resmi Soviet.

Gerakan Samizdat mereproduksi tulisan-tulisan yang dilarang kemudian membagikannya secara diam-diam kepada publik.

Samizdat biasanya mengkritik praktik pemerintah Soviet.

Kemudian di tengah era media sosial saat ini, alih-alih tindakan represif terhadap BEM FISIP Unair bisa mengendalikan situasi, justru malah membuat keramaian di masyarakat. 

"Sekarang enggak mungkin diam-diam lagi, banyak ada sosial media sekali diucapkan di sebuah potongan TikTok atau Instagram itu langsung seluruh dunia tahu," lanjut Rocky Gerung.

Rocky pun menyebut tindakan dekan Fisip Unair membekukan BEM adalah sebuah kedunguan. 

"Jadi bayangkan misalnya perilaku yang ditunjukkan oleh Dekan Unair itu akan dicatat sebagai kedunguan, sebagai yang disebut kedunguan karena dianggap bisa menghentikan" lanjutnya. 

"Enggak mungkin dihentikan, justru jadi viral maka berbondong-bondong orang untuk mem-bully dekannya atau mem-bully rektornya," pungkas Rocky Gerung.

Baca juga: UPDATE BEM FISIP Unair Dibekukan, Pertemuan Tertutup dengan Dekanat Tepat di Hari Sumpah Pemuda

Pembekuan BEM FISIP Unair resmi dicabut pada Senin (28/10/2024).

Dekan FISIP Unair, Prof Dr Drs Bagong Suyanto MSi menjelaskan maksud pembekuan BEM FISIP Unair dalam surel yang beredar pada Jumat (25/10/2024).

Sebetulnya yang dibekukan adalah Kepengurusan BEM FISIP Unair, bukan lembaganya.

Tiga orang yang secara fungsionalis dibekukan sesuai dengan hasil pemeriksaan Komisi Etik, yaitu Presiden BEM FISIP Unair, Wakil ketua BEM FISIP, dan Menteri Kajian Politik dan Kajian Srategis. 

"Tiga orang itu yang bukan dibekukan, diminta untuk tiarap dulu. Untuk tidak dulu mewakili bersuara, mewakili BEM sebagai sebuah lembaga" ujar Bagong usai melakukan pertemuan terbatas dengan pengurus BEM di kampus setempat, Senin (28/10/2024).

Untuk diketahui BEM FISIP Unair saat ini diketuai oleh Tauffahati Ullayyah Bachtiar atau yang akrab disapa Tuffa.

"Tapi tadi Mbak Tufa juga sudah menjelaskan apa yang menjadi kesepakatan dan anggota BEM yang lain juga mengamini, itu sudah didiskusikan," lanjut Bagong.

Berdasarkan pertemuan tersebut, pihaknya dan BEM sudah sepakat tidak mengembangkan kultur yang terbiasa menggunakan diksi yang kasar di dalam kehidupan politik.

"Sepenuhnya karena diksi ya, jadi pihak Dekanat itu, kami ini kan sering menulis ya" kata dosen Departemen Sosiologi FISIP Unair itu.

"Menulis yang mengkritik ketika ada penulis politisi yang menggunakan diksi yang kasar, yang menurut saya tidak mendidik bangsa Indonesia" lanjut Bagong. 

"Nah ketika anak kami melakukan hal yang sama, tentu menjadi tugas moral kami untuk mengingatkan" terangnya. 

"Supaya tidak ikut-ikutan larut dalam kegiatan politik yang menggunakan diksi-diksi yang tidak sopan, yang kasar," imbuh Bagong.

Bagong pun paham jika BEM memiliki hak untuk menyuarakan apa yang menjadi aspirasi mereka.

Namun, pihaknya memastikan kepada BEM untuk tidak lupa marwah akademiknya.

"Saya kira Mbak Tufa dan kawan-kawan sudah dewasa ya, kami memberi kebebasan pada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi sosial politiknya" lanjut Bagong.

"Tentu harus bertanggung jawab, apa yang disampaikan tentu harus berdasar" sambungnya.

"Apa yang disampaikan tentu bisa menjadi sesuatu yang bisa dipertanggung jawabkan dan itu sudah disepakati oleh Mbak Tufa dan teman-teman" papar Bagong.

Baca juga: Pimpinan DPRD Jatim Soroti Pembekuan BEM FISIP Unair, Deni Wicaksono: Dinamika Kampus 

Bagong menekankan peristiwa pembekuan ini dilakukan saat akhir pekan, sehingga dialog lanjutan baru bisa dilakukan saat awal pekan depannya. 

"Seumpama tidak kemarin hari libur, mungkin tidak perlu ada surat ya, sudah bisa segera ketemu" urai Bagong.

"Saya tidak mau dalam posisi sebagai pihak yang seolah-olah membiarkan pelanggaran etika akademik terjadi" ungkapnya.

"Karena penggunaan hate speech itu, itu sesuatu yang tidak benar secara politik," tegasnya.

BEM FISIP Unair sebelumnya memasang karya seni satire berbentuk karangan bunga yang ditujukan untuk memberi ucapan selamat atas pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di Taman Barat FISIP. 

Karangan bunga itu bertuliskan "selamat atas dilantiknya jenderal bengis pelanggar HAM dan profesor IPK 2,5 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi".

Pemasangan karangan bunga itu dilakukan pada Selasa (22/10) pukul 15.00 WIB dan sekitar pukul 18.45 WIB karangan bunga tersebut ditarik karena hujan.

Namun, karena ditempatkan di lokasi strategis yang banyak dilewati warga kampus, karangan bunga ini kemudian viral di platform X dan Tiktok dan mendapat banyak dukungan dari mahasiswa.

(SuryaMalang.com/Sulvi Sofiana)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved