Berita Arema Hari Ini

Keinginan Joel Cornelli Sebelum Dipecat Arema FC Minta Asisten Baru, Manajemen: Ngapain Cari Lagi?

Keinginan Joel Cornelli sebelum dipecat Arema FC minta asisten baru tapi ditolak, manajemen: ngapain cari lagi?

|
Instagram @aremafcofficial/cornelli5joel
Joel Cornelli (kiri) sebelum dipecat Arema FC minta asisten baru tapi ditolak, manajemen: ngapain cari lagi? 

SURYAMALANG.COM, - Keinginan Joel Cornelli sebelum dipecat terungkap setelah pelatih asal Brasil itu mengakhiri hubungan kontraknya dengan Arema FC.

Joel Cornelli cuma 6 bulan melatih Arema FC untuk Piala Presiden 2024 dan Liga 1 2024-2025.

Setelah itu, Joel Cornelli harus angkat kaki karena dianggap gagal mencapai target yakni membuat posisi Arema FC semakin turun di klasemen sementara.

Ternyata sebelum hengkang, Joel Cornelli sempat minta tambahan asisten pelatih kepada manajemen. 

Baca juga: Head to Head Semen Padang Vs Arema FC, Singo Edan Dominan dengan Kemenangan di 3 Pertemuan Terakhir

Namun permintaan  Joel Cornelli itu ditolak sebab manajemen merasa asisten yang ada sudah cukup. 

Selama menukangi Arema FC, Joel Cornelli ditemani dua asisten pelatih lokal, Kuncoro dan Siswantoro, serta pelatih fisik Gustavo Correa. 

Sementara, pelatih kiper dipegang Tiago Simoes bersama asistennya Galih Firmansyah.

General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi mengungkap, Joel Cornelli merasa masih perlu adanya penambahan video taktikal analis.

Pasalnya, sejak awal musim, tugas itu dirangkap oleh Tiago.

“Coach Joel sempat mengusulkan penambahan analis, yang sebetulnya sudah dijalankan Tiago selama ini"  kata Inal sapaan akrabnya mengutip wearemania, Kamis (26/12/24).

"Dia punya kemampuan menganalisis, kita pun sudah support aplikasi untuk menganalisa" sambung Inal. 

"Jadi, saya pikir gak perlu menambah seorang analis,” ungkapnya. 

Baca juga: Prediksi Skor Semen Padang Vs Arema FC-Link Live Streaming, Kuncoro Vs Eduardo Almeida Reuni Mantan

BREAKING NEWS Arema FC Pecat Joel Cornelli
BREAKING NEWS Arema FC Pecat Joel Cornelli (IST suryamalang)

Inal menambahkan, Joel Cornelli meminta tambahan analis karena merasa kasihan dengan Tiago.

Menurut pengakuan Joel kepada manajemen Arema, pelatih asal Portugal itu sebaiknya hanya mengemban tugas sebagai pelatih kiper saja agar fokus.

“Memang, Tiago ini punya tugas ganda, tapi dia senang hati melakukannya" terang Inal. 

"Namun, Coach Joel melihatnya kasihan juga Tiago harus lembur terus untuk menganalisa sesuatu dan melaporkan hasilnya kepada pelatih kepala" jelasnya. 

“Lagi pula, selama ini Tiago juga dibantu saudara kembarannya (Rodolfo Simoes), dia kebetulan juga pelatih di Liga China" papar Inal.

"Dia memberikan bantuan secara cuma-cuma. Ya sudah, ngapain kita harus cari analis lagi?” sambungnya. 

Kini Arema FC fokus menatap laga terakhir paruh musim Liga 1 2024-2025 di pekan ke 17 melawan Semen Padang pada Jumat (27/12/2024), pukul 15.30 WIB.

Di pertandingan ini, Arema FC tidak didukung oleh gelandang asing andalannya, Wiliam Marcilio.

Wiliam Marcilio absen membela Arema di kandang Semen Padang berdasarkan keputusan yang diambil pelatih sementara, Kuncoro.

Kuncoro melihat pemain asal Brasil itu masih harus menjalani pemulihan cedera adductor yang dideritanya.

Cedera itu membuat Wiliam Marcilio harus ditarik keluar saat Arema FC kalah 0-1 di markas Persik Kediri pekan ke 15 lalu. 

Menurut pelatih asli Malang ini, kondisi Wiliam Marcilio sudah lebih baik dari sebelumnya.

Hanya saja, proses pemulihan butuh waktu bertahap.

“Jadi, gak bisa kami paksakan langsung bermain. Jangan sampai karena satu pertandingan kita mainkan dia, lalu mengorbankan sisa pertandingan yang ada" terang Kuncoro mengutip wearemania.

"Kalau kita paksakan bermain, bisa-bisa dia absen sampai akhir musim. Itu yang kita hindari,” imbuhnya.

Baca juga: Berita Arema FC Hari Ini Populer: 7 Pemain Absen Lawan Semen Padang, Kuncoro Yakin Bisa Menang

Kuncoro, asisten pelatih Arema FC di Liga 1 2024.
Kuncoro, asisten pelatih Arema FC di Liga 1 2024. (Instagram/aremafcofficial)

Kuncoro membeberkan, Wiliam Marcilio sebenarnya sempat akan dibawa ke Padang. 

Bahkan, pemilik jersey bernomor punggung 10 itu hendak dicoba untuk dimainkan, meski tidak secara penuh selama 90 menit.

“Saya tanya ke pemainnya, apakah dia siap atau gak. Kalau siap, mau kita mainkan beberapa menit sebagai pemain pengganti" papar Kuncoro.

"Tapi, ternyata dia masih ragu-ragu. Ya, kita suruh istirahat lagi. Kita percaya, karena dia yang merasakan sendiri,” jelasnya. 

Selain Wiliam Marcilio, sebetulnya ada dua pemain Arema lain yang masih dalam pemulihan cedera.

Dua pemain itu adalah Daffa Fahish dan Syaeful Anwar yang baru menjalani operasi.

“Kita gak akan paksakan, toh masih ada waktu pemulihan di jeda kompetisi setelah putaran pertama ini,” pungkas mantan pemain Arema era Galatama itu.

Soal harapan melawan Semen Padang, Kuncoro mengucap bismillah agar diberi kelancaran selama bertanding sebab persiapan sudah dilakukan di Malang selama dua hari sesi latihan.

Kuncoro berharap tambahan tiga poin bisa membuat skuadnya menjalani libur Tahun Baru dengan lebih tenang.

Sebab, kemenangan bisa membawa skuat Singo Edan berpeluang naik ke posisi 5 besar klasemen sementara.

“Bismillah, Kita ingin mencari happy ending untuk menutup tahun 2024 ini, supaya kita bisa libur lebih enak" kata Kuncoro.

"Memang, hasilnya di tangan Tuhan, tapi kita berusaha menggapai keinginan itu" terangnya. 

"Usahanya dengan latihan, menyiapkan taktik, dan kerja keras anak-anak, lalu berharap hasilnya maksimal,” sambungnya.

Kuncoro berpesan, agar para penggawa Arema tidak kelewat percaya diri tampil di kandang Semen Padang sebab peluang menang atau kalah masih sama besar.

“Peluang kita menang ya sama-sama, mereka juga punya peluang besar juga, karena bermain di kandang sendiri" terang Kuncoro

"Jangan lihat mereka sedang di papan bawah, tapi grafik performanya" tambah Kuncoro.

"Semen Padang sedang meningkat pesat, beda cara mainnya dari sebelumnya, sekarang lebih agresif" tuturnya.

"Di beberapa laga mereka kurang beruntung saja,” imbuhnya.

“Mereka sebenarnya tim bagus. Itu yang harus kita tekankan kepada anak-anak" jelas Kuncoro.

"Jangan meremehkan, semua tim sama, yang membedakan cuma posisi di klasemen. Kalau secara kualitas, klub Liga 1 sama-sama.” tandasnya.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved