Selasa, 5 Mei 2026

Santri Asal Buleleng Bali Dianiaya 6 Senior Hingga Kritis dan Koma, Ini Pernyataan Ponpes Banyuwangi

Santri Asal Buleleng Bali Dianiaya 6 Senior Hingga Kritis dan Koma, Ini Pernyataan Ponpes Banyuwangi

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Ruang ICU RSUD Blambangan Banyuwangi, tempat santri korban pengeroyokan dirawat. 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Pihak Ponpes Nurul Abror Al-Rohbaniyin, Banyuwangi, memberi pernyataan terkait insiden pengeroyokan yang menyebabkan seorang santrinya, AR (14), koma.

Penyataan pihak Ponpes Nurul Abror Al-Rohbaniyin disampaikan melalui siaran terulis yang diserahkan ke media, Kamis (2/1/2025).

Dalam pernyataan itu, pihak pondok pesantren mengakui, bahwa perundungan memang terjadi pada Jumat (27/12/2024). Perundungan dilakukan kelompok santri kepada sesama santri.

"Dengan ini, kami atas nama pengurus pusat Pondok Pesantren Nurul Abror Al-Robbaniyin Alasbuluh, akan memberikan pernyataan bahwa, benar telah terjadi perundungan kelompok santri kepada sesama santri yang terjadi pada Jumat tanggal 27 desember 2024," tulis Mohammad Muhlis, Ketua Umum Ponpes Nurul Abror Al-Rohbaniyin.

Baca juga: Santri Asal Buleleng Bali Terluka Parah Akibat Dikeroyok 6 Senior di Pondok Pesantren Banyuwangi

Ia melanjutkan, pihak pesantren telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terdekat, yakni Polsek Wongsorejo setelah kejadian tersebut.

"Dan terhitung mulai hari Ahad tanggal 29 desember 2024, kasusnya sudah ditangani oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini adalah Polsek Wongsorejo," lanjutnya.

Kasus itu Kemudian ditarik oleh Polresta Banyuwangi.

"Oleh karena itu, pihak pondok pesantren telah memasrahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak yang berwenang," terangnya.

Ia meminta, pihak-pihak yang ingin mendapatkan keterangan lebih lanjut tentang kasus itu untuk menghubungi pihak kepolisian.

Diberitakan sebelumnya, seorang santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi kritis dan dirawat di RSUD Blambangan.

Korban adalah AR (14) asal Kabupaten Buleleng, Bali.

Ia dianiaya oleh para senior di Ponpes pada Minggu (19/12/2024) dalam sebuah kegiatan di luar pembelajaran Ponpes.

Kasus tersebut terungkap setelah pihak keluarga korban melaporkan kejadian itu ke kepolisian.

Informasinya, korban dalam kondisi kritis sejak usai dianiaya hingga kini.

Saat diketahui kondisinya tak sadar usai dianiaya para senior, pihak pondok langsung melarikannya ke rumah sakit.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved