Berita Arema Hari Ini

Berita Arema FC Hari Ini Populer: Rencana Ze Gomes Pimpin Singo Edan, Wajah Baru Stadion Kanjuruhan

Satu yang menjadi sorotan berita soal rencana pelatih baru Ze Gomes memimpin skuat Singo Edan di Liga 1 2024. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Rencana Ze Gomes Pimpin Singo Edan, Wajah Baru Stadion Kanjuruhan 

SURYAMALANG.COM - Berikut berita Arema FC hari ini populer Minggu 5 Januari 2025 yang mengulas tentang pemain dan pelatih Singo Edan. 

Satu yang menjadi sorotan berita soal rencana pelatih baru Ze Gomes memimpin skuat Singo Edan di Liga 1 2024. 

Selain itu, berita Arema hari ini juga membahas soal wajah baru Stadion Kanjuruhan setelah direnovasi dengan dana Rp 357 miliar. 

 Simak liputan selengkapnya terkait berita Arema hari ini selengkapnya:

1. Rencana Ze Gomes Pimpin Singo Edan

Arema FC resmi mengenalkan Ze Gomes sebagai pelatih baru menggantikan Joel Cornelli jelang putaran kedua Liga 1 2024/2025. 

Sebagai pelatih asing, Ze Gomes akan mengikuti tradisi klub dan berusaha untuk menambah performa yang terbaik untuk Arema FC.

Ze Gomes bukan hanya datang dengan pengalaman tetapi juga visi besar untuk membawa tim kembali berjaya di kancah sepak bola Indonesia.

Pelatih baru Arema FC dari Portugal, Jose Manuel Gomes da Silva Atau Ze Gomes.
Pelatih baru Arema FC dari Portugal, Jose Manuel Gomes da Silva Atau Ze Gomes. (SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar)

 Dalam konferensi pers yang berlangsung di Kandang Singa Kantor Arema FC, Sabtu (4/1/2025) siang, Ze Gomes mengungkapkan rasa percaya diri terhadap potensi tim dan komitmennya untuk menghadirkan perubahan positif.

 Arema FC kini duduk di peringkat keempat klasemen Liga 1 dengan 28 poin dari 17 laga, tiga poin di bawah Persija Jakarta.

“Saya percaya tim kemarin sudah tampil bagus, tim pelatih juga bekerja sangat baik. Saya rasa tidak ada masalah. Kalau ada masalah mungkin ada di pertandingan. Saya harap ke depannya terus lebih baik. Arema ke depannya semakin baik,” ujar pelatih bernama lengkap Jose Manuel Gomes da Silva.

Meski sempat absen dari dunia kepelatihan sejak 2022, Arema FC memiliki daya tarik tersendiri untuknya kembali melatih.

Ia juga mengaku menolak banyak tawaran dari berbagai klub termasuk dari klub Indonesia selain Arema FC.

“Sudah banyak tim meminta saya jadi pelatih, tapi saya tidak mau. Kalau alasan saya memilih Arema FC karena tim ini klub besar dan tim bagus,” imbuhnya.

Menurutnya sebelum resmi bergabung, ia telah mengikuti perkembangan klub berjuluk Singo Edan.

Dengan memperhatikan detail permainan tim melalui tayangan televisi hingga akhirnya merasa yakin untuk mengambil peran penting di klub ini.

 Ia merasa puas dengan performa tim sejauh ini, tetapi percaya masih ada ruang untuk perbaikan.

"Saya ingin melihat, termasuk apa yang kurang. Saya ingin berdiskusi dengan tim pelatih. Jadi, baru masuk ke lapangan dan maunya lebih bagus,” kata pelatih berusia 48 tahun itu.

Kini salah satu langkah pertama Ze Gomes adalah memastikan transisi kepelatihan berjalan mulus dengan tetap menghormati tradisi klub.

Apalagi sudah ada dua pelatih lokal, Kuncoro dan Siswanto, serta asisten pelatih Victor yang lebih dulu berada di tim.

Baginya, peran pelatih lokal sangat penting, tidak hanya sebagai jembatan komunikasi tetapi juga untuk menjaga identitas Arema FC.

“Saya orang asing di klub ini dan harus ikut tradisi di sini, bukan sebaliknya. Itu yang membuat tetap mempertahankan dua pelatih coach lokal itu baik lagi, agar memudahkan adaptasi saya di sini dan membuat Arema FC semakin kuat dan besar,” kata pelatih asal Portugal.

Diskusi intensif dengan para asisten pelatih juga menjadi langkah awal Ze Gomes untuk memahami kondisi tim secara menyeluruh.

Ia berharap kolaborasi ini dapat membawa dampak positif bagi kemajuan Arema FC.

“Para asisten sudah berdiskusi untuk memberi masukan yang positif untuk kemajuan Arema FC,” ujar mantan pelatih klub divisi ketiga Portugal Académica Coimbra.

“Saya datang ke sini untuk membantu. Mungkin ini keputusan saya ingin semua tim pelatih agar Arema lebih kuat,” pungkasnya mengutip Kompas.com.

2. Wajah Baru Stadion Kanjuruhan

 Stadion Kanjuruhan yang terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang sudah selesai direnovasi.

Kandang Arema FC itu direnovasi imbas terjadinya Tragedi Stadion Kanjuruhan selepas Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya 2-3 pada tahun 2022 silam.

Sebanyak 135 korban jiwa meninggal dunia imbas dari Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Ketika Stadion Kanjuruhan direnovasi, Arema FC pun menjadi tim musafir; berpindah-pindah homebase.

Arema FC pernah memakai Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, dan Stadion Soepriadi, Kota Blitar.

Kini, proses renovasi sudah selesai, dan Arema FC bisa kembali bermarkas di Stadion Kanjuruhan untuk melakoni laga kandang.

Biaya renovasi Stadion Kanjuruhan menelan dana senilai Rp 357 miliar.

Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (4/1/2025).
Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (4/1/2025). (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Renovasi Stadion Kanjuruhan telah rampung per 31 Desember 2024 lalu.

Selanjutnya, stadion yang kini berkapasitas 21 ribu penonton itu akan diserah-terimakan ke Pemkab Malang.

Selepas Tragedi Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu, stadion yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen ini direnovasi.

Renovasi ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi teknis.

Bangunan stadion dinilai belum memenuhi standar teknis dan belum memiliki sertifikat laik fungsi (SLF).

Sehingga, Presiden RI sebelumnya, Jokowi, memberikan instruksi kepada Kementerian PU untuk melakukan renovasi Stadion Kanjuruhan sesuai dengan standar FIFA.

Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (4/1/2025).
Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (4/1/2025). (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Dalam renovasi ini, PT Waskita Karya dan Abipraya ditunjuk sebagai kontrakor renovasi melalui proses lelang.

Proses renovasi Stadion Kanjuruhan mulai dilaksanakan sejak 4 September 2024.

Total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 357 miliar.

Kini, proses renovasi telah rampung sejak 31 Desember 2024.

Ini sesuai dengan target yang diharapkan rampung hingga akhir 2024.

Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (4/1/2025).
Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (4/1/2025). (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

"Sudah selesai per 31 Desember kemarin, sekarang tinggal perapihan defect-defect saja," kata Project Manager Stadion Kanjuruhan PT Waskita Karya, Vino Teguh Pramudia kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (3/1/2025).

Setelah rampung, selanjutnya Stadion Kanjuruhan akan diserah-terimakan kepada Pemkab Malang, bulan ini.

"Saat ini masih berlangsung (proses penyerahan), kami masih adakan beberapa site training untuk beberapa item di stadion kepada pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang," tukas Vino.

Perlu diketahui, renovasi stadion mencakup pembongkaran stadion, renovasi bangunan stadion, lanscape, renovasi track atletik dan lapangan sepak bola, serta mechanical, electrical, dan plumbing (MEP).

Stadion ini memiliki luas 3,4 hektar yang dapat menampung kapasitas 21.603 penonton, yang terdiri dari Tribun Barat untuk VVIP 108 seat, VIP 2.465 seat, media 134 seat, serta disabilitas 16 seat.

Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (4/1/2025).
Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (4/1/2025). (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Terdapat pula Tribun Umum, yang terdiri dari Tribun Timur  dengan total 4.352 seat, serta Tribun Utara dan Tribun Selatan dengan total masing-masing 7.264 seat.

Seiring rampungnya renovasi, maka Stadion Kanjuruhan bakal kembali dijadikan markas bagi Arema FC untuk menggelar laga kandang dalam lanjutan putaran kedua Liga 1 2024.

Di antara laga kandang itu, Arema FC akan menjamu Persebaya Surabaya, 28 April 2025.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved