Selasa, 5 Mei 2026

Banjir Ngawi

Banjir di Ngawi Rendam 7 Kecamatan , Terdampak Luapan Air Sungai Bengawan Solo

Sebanyak 7 kecamatan di Kabupaten Ngawi dilaporkan terendam banjir, akibat luapan air dari Sungai Bengawan Solo, Selasa (21/1/2025).

Tayang:
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Febrianto Ramadani
Forkopimda Kabupaten Ngawi meninjau kondisi banjir di salah satu wilayah yang terkena dampak luapan air, dari Sungai Bengawan Solo, Selasa siang (21/1/2025) 

SURYAMALANG.COM, NGAWI -  Sebanyak 7 kecamatan di Kabupaten Ngawi dilaporkan terendam banjir, akibat luapan air dari Sungai Bengawan Solo, Selasa (21/1/2025).

Kepala BPBD Kabupaten Ngawi, Prila Yuda Putra mengatakan, 7 kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Mantingan, Karanganyar, Kedunggalar, Pitu, Paron, Ngawi, dan Widodaren.

ia juga menjelaskan, curah hujan intensitas tinggi di wilayah hulu dan wilayah Solo Raya,dengan jangka waktu cukup lama.

“Debit air Bengawan Solo mengalami peningkatan dan meluber ke perkampungan juga jalan desa desa,” jelas Yuda.

Dirinya memaparkan, di Kecamatan Mantingan, area persawahan Desa Jatimulyo terendam banjir seluas 10 hektar.

Lalu di Desa Mantingan,area persawahan 15 hektar juga terkena dampak.

Selanjutnya Desa Sambirejo area persawahan 10 hektar yang terdampak, Desa Pengkol,area persawahan terendam 15 hektar, dan jumlah KK 20 kk.

“Area persawahan Desa Ngrancang terendam 15 hektar ,jumlah KK yang terdampak 5 kk. Desa Pule 10 hektar sawah terendam,jumlah KK 5 kk. Serta Desa Sengon area persawahan yang terdampak 5 hektar,jumlah KK 10 kk,” paparnya.

Kemudian di Kecamatan Karanganyar ada area persawahan Desa Sriwedari terdampak 5 hektar, Desa Wonoboyo 10 hektar sawah terendam, Jumlah KK yang terdampak 20 kk.

Di Desa Sekarjati,area persawahan yang terdampak 10 hektar.

“Rata rata ketinggian air di wilayah tersebut kurang lebih 10 centimeter siang,” imbuhnya.

Yuda juga menerangkan, puluhan KK di 3 desa di Kecamatan Kedunggalar, yakni Desa Pelanggarem, Desa Gelon, dan Desa Seko, terpaksa mengungsi ke tempat aman akibat banjir.

“Kecamatan Paron yaitu Desa Ngale,yang terdampak 7 kk. Ketinggian air 10 centimeter. Kecamatan Pitu, tepatnya Desa Cantel terdampak 100 kk, Desa Karanggeneng,yang 15 kk, Desa Papungan 50 kk, dan Desa Kalang Porong 5 KK,” terangnya.

“Terakhir adalah di Kecamatan Ngawi, tepatnya Desa Cupo, Desa Grudo, Kelurahan Margomulyo, dan Kecamatan Widodaren, Desa Karangbanyu,yang terdampak 7 kk, serta Desa Kauman 3 kk,” imbuhnya.

BPBD Kabupaten Ngawi bersama petugas gabungan, terus melakukan Pendataan kerusakan, hingga bersiaga dan pemantauan di lokasi.

“Kami juga mendistribusikan Bantuan Logistik. Sampai laporan ini dikirim kondisi Kabupaten Ngawi, proses asesmen Luapan Bengawan Solo sudah mengalami penurunan,” pungkasnya.

 

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved