Jumat, 10 April 2026

Mahasiswa BIPA Universitas Brawijaya Malang dari Delapan Negara Mengajar di SD BSS Malang

Sebanyak 16 mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mengajar di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang

UB Malang
Kegiatan program imersi diadakan bagi mahasiswa BIPA Universitas Brawijaya di SD BSS Kota Malang untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Indonesia mereka dan berbagi pengetahuan tentang negara asal mereka pada siswa SD tersebut. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebanyak 16 mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mengajar di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang pada pekan lalu.

Mereka berasal dari delapan negara yaitu Korea Selatan, China, Vietnam, Uzbekistan, Mesir, Pakistan, Polandia dan Bangladesh.

Ini merupakan bagian dari program BIPA Universitas Brawijaya (UB) Malang yang  mengadakan Immersion Program atau program kelas imersi di tahun akademik 2024/2025.

Menurut ketua pelaksana program imersi, Fredy Nugroho MHum, kegiatan ini merupakan program penguatan BIPA.

"Jadi mahasiswa asing yang belajar BIPA di UB tidak hanya sekadar belajar di kelas."

"Namun, program ini sebagai wujud penguatan materi sekaligus pengalaman lapangan agar mahasiswa bisa secara langsung berinteraksi dengan masyarakat asli," jelas dia, Selasa (21/1/2025).

Menurutnya, kegiatan imersi merupakan bentuk dukungan  sebagai penguat pembelajaran BIPA.

Sehingga mahasiswa bisa mempraktikkan secara langsung hasil belajar di kelas kepada masyarakat.

Kemampuan bahasa mereka makin membaik. Selain itu mereka juga berbagi pengetahuan tentang negaranya pada para siswa SD di Kota Malang.

Saat di SD BSS, semua mahasiswa asing diminta mengajar dan berbagi pengalaman tentang negara mereka seperti pengenalan negara, bendera, bahasa, budaya tradisional, makanan khas, wisata serta permainan tradisional.

Salah satu mahasiswa BIPA asal Vietnam, Dang Nguyen Truc Linh menyatakan senang ikut kegiatan itu.

“Dengan kegiatan ini saya bisa berbagi pengetahuan tentang negara dan budaya saya."

"Saya bisa melihat dan berkenalan langsung dengan anak-anak Indonesia."

"Kegiatan ini juga melatih saya mempraktikkan Bahasa Indonesia yang sudah saya dapat di kelas,” tuturnya. Ia sendiri sudah cukup fasih bahasa Indonesia ini.

Hal sama disampaikan mahasiswa BIPA asal Polandia, Jan Michal Kubica.

"Saya bisa belajar langsung pada masyarakat di Indonesia."

"Saya juga bisa berbagi pengetahuan tentang negara saya."

"Mereka mungkin hanya tahu nama negara saya."

"Tapi, saat kelas imersi saya bisa banyak cerita tentang negara saya pada siswa. Mereka sangat senang,” pungkasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved