Mahasiswa BIPA Universitas Brawijaya Malang dari Delapan Negara Mengajar di SD BSS Malang
Sebanyak 16 mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mengajar di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebanyak 16 mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mengajar di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang pada pekan lalu.
Mereka berasal dari delapan negara yaitu Korea Selatan, China, Vietnam, Uzbekistan, Mesir, Pakistan, Polandia dan Bangladesh.
Ini merupakan bagian dari program BIPA Universitas Brawijaya (UB) Malang yang mengadakan Immersion Program atau program kelas imersi di tahun akademik 2024/2025.
Menurut ketua pelaksana program imersi, Fredy Nugroho MHum, kegiatan ini merupakan program penguatan BIPA.
"Jadi mahasiswa asing yang belajar BIPA di UB tidak hanya sekadar belajar di kelas."
"Namun, program ini sebagai wujud penguatan materi sekaligus pengalaman lapangan agar mahasiswa bisa secara langsung berinteraksi dengan masyarakat asli," jelas dia, Selasa (21/1/2025).
Menurutnya, kegiatan imersi merupakan bentuk dukungan sebagai penguat pembelajaran BIPA.
Sehingga mahasiswa bisa mempraktikkan secara langsung hasil belajar di kelas kepada masyarakat.
Kemampuan bahasa mereka makin membaik. Selain itu mereka juga berbagi pengetahuan tentang negaranya pada para siswa SD di Kota Malang.
Saat di SD BSS, semua mahasiswa asing diminta mengajar dan berbagi pengalaman tentang negara mereka seperti pengenalan negara, bendera, bahasa, budaya tradisional, makanan khas, wisata serta permainan tradisional.
Salah satu mahasiswa BIPA asal Vietnam, Dang Nguyen Truc Linh menyatakan senang ikut kegiatan itu.
“Dengan kegiatan ini saya bisa berbagi pengetahuan tentang negara dan budaya saya."
"Saya bisa melihat dan berkenalan langsung dengan anak-anak Indonesia."
"Kegiatan ini juga melatih saya mempraktikkan Bahasa Indonesia yang sudah saya dapat di kelas,” tuturnya. Ia sendiri sudah cukup fasih bahasa Indonesia ini.
Hal sama disampaikan mahasiswa BIPA asal Polandia, Jan Michal Kubica.
"Saya bisa belajar langsung pada masyarakat di Indonesia."
"Saya juga bisa berbagi pengetahuan tentang negara saya."
"Mereka mungkin hanya tahu nama negara saya."
"Tapi, saat kelas imersi saya bisa banyak cerita tentang negara saya pada siswa. Mereka sangat senang,” pungkasnya.
| Dalang SK ASN Palsu di Gresik Diduga Orang Dalam Tipu 14 Korban, Palsukan Tanda Tangan Kepala BKPSDM |
|
|---|
| Ibadah Haji 2026 : Jadwal Lengkap Pemberangkatan Embarkasi Surabaya |
|
|---|
| Pencurian Sapi Limosin di Banyuwangi Berhasil Diusut Polisi, Maling dan Penadah Ditangkap |
|
|---|
| Angin Kencang dan Hujan Deras di Jember Akibatkan 15 Rumah Rusak dan 11 Pohon Tumbang |
|
|---|
| Kasus Kanker Serviks di Kabupaten Malang Masih Tinggi, 200 Jiwa Terkonfirmasi Meninggal Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/BIPA-Universitas-Brawijaya-di-SD-BSS-Kota-Malang.jpg)