Rabu, 13 Mei 2026

DPRD Kota Malang Kunjungi Pertamina, Pastikan Stok Tabung Gas LPG 3 Kg Aman dan Terkendali

DPRD Kota Malang mengunjungi PT Pertamina Fuel Terminal Malang di Jalan Halmahera untuk mendapatkan informasi langsung dari pihak bertanggungjawab

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
CEK TABUNG GAS - Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita. Amithya bersama jajaran mengunjungi PT Pertamina Fuel Terminal Malang di Jalan Halmahera untuk mendapatkan informasi langsung dari pihak yang bertanggungjawab atas pasokan dan distribusi, Jumat (14/2/2025). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pasokan dan distribusi tabung gas LPG 3 Kg di Kota Malang dipastikan aman.

DPRD Kota Malang mengunjungi PT Pertamina Fuel Terminal Malang di Jalan Halmahera untuk mendapatkan informasi langsung dari pihak yang bertanggungjawab atas pasokan dan distribusi, Jumat (14/2/2025).

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita memimpin kunjungan tersebut bersama sejumlah anggota dewan lainnya dari Komisi B.

Dalam pertemuan tersebut, Manager Marketing, Choerul Anwar menjelaskan, pada 2024 jatah untuk Kota Malang sebanyak 35.053 metrik ton. Pada tahun 2025, jumlanya turun.

Choerul mengatakan penurunan ini juga merupakan dampak efisiensi yang diterapkan pemerintah. Pada tahun 2025 jumlah pasokan yang diterima menjadi 34.478 metrik ton.

"Pada 224, pasokan kami 35.053 metrik ton. Seiring efisiensi ada penurunan menjadi 34.478. Per hari ada 114 metrik ton yang disalurkan. Sampai 12 Februari ada 4.047 metrik ton," ujar Choerul, Jumat (14/2/2025).

Pertamina mengaku kesulitan mengendalikan LPG 3 Kg di level bawah. Masih ditemukan beberapa pelaku usaha menggunakan LPG 3 Kg yang seyogianya tidak boleh digunakan.

Kondisi itu menjadi salah satu penyebab mengapa distribusi LPG 3 Kg yang merupakan pasokan subsidi tidak tepat sasaran.

Pertamina juga akan menambah pasokan hingga 4 persen jelang Lebaran. Kebijakan itu akan diterapkan dengan konsekuensi terjadinya defisit di akhir tahun.

Pertamina berharap, pemangku kebijakan daerah bisa melakukan monitoring dan evaluasi di tingkat bawah agar penyaluran gas subsidi bisa tepat sasaran.

"Menjelang Lebaran ada tambahan 4 persen. Jelang akhir tahun ada defisit kuota, itu menjadi konsekuensinya. Atau bisa dilakukan kegiatan lain seperti monev ke sektor yang tidak tepat menggunakan LPG 3 Kg," imbuh Choerul.

Saat ini, Pertamina telah menerapkan aturan penggunaan KTP elektronik untuk pembelian di level bawah. Aturan ini diberlakukan agar gas subsidi tepat sasaran.

Amithya Ratnanggani mengatakan, kunjungan ke Pertamina merupakan tindak lanjut dari suara rakyat yang mengeluh kelangkaan LPG 3 Kg beberapa waktu lalu. Amithya menjelaskan, dirinya mendapat keluhan dari masyarakat Kecamatan Kedungkandang akan kelangkaan tabung gas LPG 3 Kg.

"Yang jelas kami mengkoordinasikan hasil temuan sepekan lalu berkaitan dengan ditribusi LPG 3 Kg di Kota Malang."

"Temuan kami di satu kecamatan itu, ada yang harus lintas kelurahan. Itu berlangsung dua sampai tiga hari. Sampai hari ini, sudah lancar kembali," ujar Amithya, Jumat (14/2/2025).

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved