Kamis, 14 Mei 2026

Dugaan Main Belakang Tes Rekrutmen Pegawai BLUD, Sekretaris Dinas Kesehatan Dicurigai

Sosok Sekdinkes diduga jadi 'operatornya' atas lolos atau tidaknya peserta tes yang berjumlah 1.500 orang itu. 

Tayang:
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Dyan Rekohadi
istimewa
ILUSTRASI - Pendopo Kabupaten malang di kepanjen sekarang 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dugaan adanya permainan  pada seleksi penerimaan pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang masih menghangat.

Gubernur LIRA Jatim, M Zuhdy Ahmadi atau Abah Didik, terus mendesak anggota DPRD Kabupaten Malang untuk mengusutnya.

Abah Didik,memita anggota dewan memanggil  Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes). 

Sosok Sekdinkes diduga jadi 'operator' atas lolos atau tidaknya peserta tes yang berjumlah 1.500 orang itu. 

"Kuncinya, dia itu yang harus dipanggil pertama kali oleh anggota dewan. Baru, berikutnya memanggil yang lainnya, di antaranya, dokter Nur Rohmah (Direktur RSUD Lawang) dan Drg Bobby Prabowo (Plt Direktur RSUD Kanjuruhan) serta para kepala puskemas," tegas Abah Didik, Jumat (28/3/2025).

Menurut Abah Didik, karena dari 1.500 peserta itu, cuma sekitar 151 orang yang diterima. 

Itu  ditempatkan di Puskesmas sebanyak 89 karyawan, di RSUD Kanjuruhan 56 karyawan, sedang di RSUD Lawang 6 karyawan.

Masing-masing, yang lolos itu ditentukan oleh tes wawancaranya, bukan dari hasil tes sebelumnya, yakni CAT (computers assessment test) atau seleksi berbasis komputer.

"Makanya, meski para peserta itu, nilainya tertinggi saat tes CAT namun jika tak ada orang kuat yang menitipkan, ya tak lolos atau dibantai saat tes wawancara itu. Sebab, yang mengetes wawancara itu, kepala lembaga yang akan menerimanya. Misalnya, enam peserta yang lolos di RSUD Lawang itu, yang mengetes ya pihak rumah sakit itu, bukan tim pansel yang independen," ungkapnya.

Ditanya terkait kasus ini, tak banyak anggota dewan yang mau komentar.

Satu-satunya anggota dewan, yang mau komentar adalah Nur Mutiah Faridah, anggota Komisi IV. 

"Kami sudah rapat kerja dengan pihak rumah sakit kemarin, namun belum sampai membahas itu. Rencananya, itu akan kami bahas usai lebaran," ujar anggota dewan dari PKB yang juga mantan ketua Fatayat dua periode ini.

Plt Kadinkes Kabupaten Malang, Drg Ivan Drie, tak menjawab setiap ditanya terkait tes rekrutmen itu saat dikonfirmasi.

Namun, sebelumnya, Ivan yang juga merangkap kabid di RSUD Lawang ini mengaku menerima banyak pertanyaan dari netizen terkait banyaknya peserta yang tak lolos tes meski nilainya jauh lebih unggul dibandingkan yang lolos tes itu.

"Saya nggak ikut langsung menangani tes itu karena sebulan ini lagi mengikuti Diklat PIM III (pendidikan dan pelatihan kepemimpinan). Namun, itu ditangani banyak tim, termasuk dari Dinkes. Jika mereka itu melamar sebagai karyawan RSUD Lawang, maka yang mewancarainya ya pihak RSUD Lawang. Itu setelah mereka menjalani tes administrasi dan CAT, baru tes wawancara," tuturnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved