Membandel, Puluhan PKL di Alun-Alun Merdeka Kota Malang Ditertibkan Satpol PP

Satpol PP menertibkan puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih membandel berjualan di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
DITERTIBKAN - Puluhan PKL yang berjualan di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang saat ditertibkan Satpol PP Kota Malang, Senin (7/4/2025). Diketahui sebelum ditertibkan, petugas Satpol PP telah memberikan imbauan kepada PKL pada Sabtu (5/4/2025) lalu, tetapi ternyata masih ada yang membandel berjualan. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Satpol PP Kota Malang mengambil langkah tegas dengan menertibkan puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih membandel berjualan di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Senin (7/4/2025).

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Mustaqim Jaya mengatakan, penertiban ini dilakukan karena pihak PKL tidak menepati janjinya. Yaitu, diberi batas waktu berjualan terakhir pada Minggu (6/4/2025) kemarin.

"Mereka minta waktu sampai hari Minggu kemarin. Namun sampai Senin ini, ternyata masih ada yang berjualan sehingga kami tertibkan," jelasnya kepada SURYAMALANG.COM.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM di lokasi, setidaknya ada 20 PKL lebih yang ditertibkan di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Terlihat juga, rombong PKL diangkat dan dinaikkan ke truk Satpol PP Kota Malang.

Mustaqim mengungkapkan, para PKL yang terjaring penertiban dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring), yang mana sidangnya akan digelar pada pekan ketiga di bulan April ini.

"Pastinya, akan kami ikutkan sidang tipiring," tambahnya.

Pihaknya juga menerangkan, bahwa pembiaran PKL berjualan itu bukanlah sebagai langkah untuk tidak menegakkan peraturan daerah (Perda).

"Melainkan sebagai imbauan, agar para PKL ini membubarkan diri dan proses pembersihan di kawasan Alun-Alun ini berjalan dengan tertib. Namun nyatanya, beberapa dari mereka ada yang membandel sehingga kami tertibkan," ungkapnya.

Sementara itu, Deny yang merupakan salah satu PKL yang ditertibkan mengaku menyadari kesalahannya. Ia pun legowo dan hanya bisa pasrah ketika rombong jualannya diangkut.

"Mau bagaimana lagi, karena kebutuhan ekonomi. Melihat PKL lain juga jualan, akhirnya saya ya ikutan," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved