Kamis, 14 Mei 2026

Pemkot Malang Akan Bentuk Dinas Ekonomi Kreatif

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berencana membenuk Dinas Ekonomi Kreatif di Pemkot Malang.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
DINAS EKONOMI KREATIF - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berencana membentuk Dinas Ekonomi Kreatif, Rabu (30/4/2025). Dinas ini akan menjalankan tugas mengembangkan dan mendampingi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berencana membenuk Dinas Ekonomi Kreatif di Pemkot Malang.

Dinas ini akan menjalankan tugas mengembangkan dan mendampingi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang.

Hal tersebut disampaikan Wahyu setelah memberikan materi dalam acara Musrenbang RPJMD Kota Malang Tahun 2025-2029 di Hotel Grand Mercure, Rabu (30/4/2025).

Wahyu Hidayat mengatakan, dinas tersebut dibutuhkan untuk memfokuskan peningkatan potensi industri kreatif di Kota Malang. Menurut Wahyu, Kota Malang memiliki potensi luar biasa untuk mengembangkan ekonomi kreatif.

Pertemuannya dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Ekonomi Kratif, Teuku Riefky Harsya semakin meyakinkan kalau ekonomi kreatif bisa menjadi solusi kebutuhan tenaga kerja di Kota Malang.

"Kemarin bu gubernur juga nyampaikan bahwa potensi Kota Malang ini berbeda dengan kota-kota yang lain, ekonomi kreatifnya tinggi. Data-data sudah jelas bahwa ekonomi Kota Malang banyak yang dukung oleh ekonomi kreatif," kata Wahyu Hidayat, Rabu (30/4/2025).

"Nah, kemarin Menteri Ekonomi Kreatif juga mendukung karena sudah ada SKB."

"Nah, nanti itu kami akan coba akan mendirikan dinas ekonomi kreatif karena potensi yang sudah jelas ada. Potensi ekonomi kreatifnya tinggi," imbuh Wahyu.

Eksekutif akan mengajukan usulan itu ke DPRD Kota Malang. Wahyu menjelaskan, pembentukan dinas ekonomi kreatif juga akan dibarengi dengan penambahan jumlah dinas yang lain.

Wahyu menegaskan bahwa penambahan dinas ini tidak memengaruhi program efisiensi dari pemerintah.

Pemecehan sejumlah dinas dilakukan untuk menyesuaikan dengan nomenklatur kelembagaan di pemerintah pusat.

Kabinet Merah Putih telah membentuk sejumla kementerian baru. Daerah harus menyesuaikan agar program yang turun dari pemerintah pusat bisa dieksekusi dengan baik.

"Kementerian Kabinet Merah Putih saat ini kan berkembang dan kami secara linier melihat kebutuhan, permasalahan dan potensi yang ada di Kota Malang."

"Kedua sesuai dengan potensi yang akan kami pisah. Saat ini ada satu OPD yang membawai tiga kementerian," ungkap Wahyu.

"Agar kita bisa fokus untuk bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan dan bisa memanfaatkan potensi-potensi yang ada di Kota Malang," katanya.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengatakan telah mengetahui rencana penambahan jumlah dinas tersebut. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antar kedinasan.

Di tengah tantangan efisiensi, dia menyebut koordinasi antar dinas harus diperkuat agar program-program bisa tepat sasaran.

"Jangan sampai program yang telah dibuat menjadi gagal hanya karena koordinasi antar dinas tidak baik," ujarnya.

DPRD Kota Malang berulang kali mengingatkan eksekutif agar sinergi antar dinas terus diperkuat. Kalau program gagal hanya karena kurang komunikasi, pekerjaan terasa sia-sia.

Amithya berharap ada hubungan lintas sektoral yang harmonis sehingga setiap perencanaan terarah dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

"Ada banyak program dari pusat dan daerah, ternyata anggaran saat ini tidak cukup. Makannya lintas sektoral ini perlu dilaksanakan," tegasnya.

Sehari sebelumnya, Selasa (29/4/2025), Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya, telah berkunjung ke MCC. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Malang dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky menyatakan kekagumannya terhadap fasilitas dan keberpihakan Pemkot Malang terhadap para pelaku ekonomi kreatif dari seluruh subsektor.

“Kami mengapresiasi sekali apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang yang tidak hanya mendukung sebagian, tetapi seluruh 17 subsektor ekonomi kreatif termasuk dalam fasilitas yang diberikan di MCC ini,” ujar Riefky, Selasa (29/4/2025).

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem kreatif yang sehat dan berdaya saing.

Menurutnya, mendukung pelaku ekonomi kreatif berarti turut memperkuat pembangunan ekonomi nasional dari tingkat lokal.

“Kami yakin bahwa mendukung pegiat ekonomi kreatif itu sama saja juga mendukung pertumbuhan pembangunan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Menparekraf juga menyinggung potensi besar sektor ekonomi kreatif untuk menopang ekonomi nasional. Ia mencatat bahwa dalam 11 tahun terakhir, pertumbuhan tenaga kerja di sektor ini mencapai hampir 90 persen, sementara kontribusinya terhadap PDB nasional meningkat hingga 120 persen.

“Dulu orang memandang industri kreatif sebagai sesuatu yang kurang menjanjikan, tetapi sekarang justru menjadi lapangan pekerjaan masa depan yang menjanjikan,” tegasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved