Sistem Pendidikan Siap Kerja, Binus Malang Jawab Tantangan Ketenagakerjaan di Jatim
Binus hadir untuk menjadi solusi atas ketimpangan kompetensi dan kesiapan karier, terutama di tengah dinamika industri yang cepat berubah
Penulis: Purwanto | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Binus University melalui Binus Malang memberikan sistem pendidikan siap kerja kepada mahasiswanya.
Hal tersebut menjawab tantangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang menurun menjadi 4,19 persen per Agustus 2024.
Direktur Kampus Binus Malang, Dr Robertus Tang Herman SE MM, mengatakan bahwa pendekatan pendidikan berkelas dunia yang berfokus pada pengembangan Digital Technopreneur untuk talenta muda yang mampu memadukan teknologi dan jiwa kewirausahaan.
“Pendidikan tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan. Harus ada nilai tambah nyata yang mempersiapkan mereka menjadi inovator dan kontributor di era digital," terang Robertus, Kamis (22/5/2025).
"Binus hadir untuk menjadi solusi atas ketimpangan kompetensi dan kesiapan karier, terutama di tengah dinamika industri yang cepat berubah," tambahnya.
Dirinya menjelaskan jika melalui program 2,5 Tahun Siap Berkarier yakni Enrichment Program, Minor Program, serta pengalaman lintas kampus (multicampus), mahasiswa Binus Malang tidak hanya dibekali keterampilan akademis, tapi juga pengalaman langsung di dunia kerja sejak dini.
"Didukung lebih dari 2.200 mitra industri global, mahasiswa bisa terlibat dalam magang, pengembangan start-up, dan proyek riil lainnya sebelum mereka lulus," jelasnya.
Selain itu Binus memiliki komunitas Binusian sebanyak lebih dari 200.000 yang bisa di jangkau oleh para mahasiswa untuk menjalin koneksi agar bisa membantu awal berkarier.
Sementara itu salah satu alumni Entrepreneurship Business, Misael Calvin mengatakan jika dirinya beserya sejumlah temannya memulai membangun usaha dengan ilmu yang didapat dari Binus.
“Selama kuliah saya memilih jalur entrepreneurship enrichment, dan dari situ saya mulai membangun Buff Apparel & Studio, sebuah bisnis konveksi yang kini telah berkembang dengan omset lebih dari Rp 2 miliar rupiah," terang Misael.
"Semua berawal dari pengalaman nyata yang sudah dilatih oleh kampus sejak dini. Di Binus University, kami tidak hanya belajar, tetapi langsung berkarya,” tambahnya.
Misael menceritakan jika ide berbisnisnya tidak lepas dari para mentor atau senior di Binus Malang.
"Jadi saat ide bisnis ada masalah, mentor senior yang selalu membimbing hingga tuntas," tambahnya.
Dirinya berharap bahwa kampus Binus dapat terus memperluas dampaknya sebagai pusat lahirnya talenta-talenta unggul dari Jawa Timur yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkarya dan memimpin di era digital.
| Pelatih Mozambik Bicara Kekuatan Timnas Indonesia, Pelajari Permainan Garuda Jelang FIFA Matchday |
|
|---|
| DPRD Desak Pemkot Surabaya Gratiskan Siswa dari Keluarga Miskin di Seluruh SMP Swasta |
|
|---|
| Dua Bocah di Jember Nekat Membobol Brankas Milik Tante, Isinya Uang Belasan Juta Rupiah |
|
|---|
| Dapur MBG di Jatim Bakal Gelar Rapat, Bahas Penyerapan UMKM hingga Isu Suspend |
|
|---|
| Shin Tae-yong ke Persija: Rumor Rp545 Miliar, Tak Sekadar Juara tapi Juga Bangkitkan The Jakmania |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Direktur-Kampus-Binus-Malang-Dr-Robertus-Tang-Herman-SE-MM-kanan.jpg)