Ponpes Diduga Terafiliasi dengan HTI di Probolinggo, MUI Probolinggo dan NU Tunjukkan Respon
Dugaan afiliasi muncul dalam pelaksanaan salat idul fitri pada 29 April 2025 lalu Ponpes Al-Ghuroba mengibarkan bendera simbol HTI di belakang Khotib
Laporan: Ahsan Faradisi
SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Probolinggo merespon adanya salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) yang diduga terafiliasi dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Hamid mengatakan, kewaspadaan masyarakat, khususnya warga Nahdliyyin terhadap penyerapan paham radikal sangat penting.
"Kita harus waspada agar gerakan mereka (HTI) tidak makin meluas di Kabupaten Probolinggo khususnya. Kalau dibiarkan berkembang, maka itu akan mengganggu ketertiban dan keutuhan negara," kata Kiai Hamid, Sabtu (23/5/2025).
Kiai Hamid mengingatkan, jika gerakan paham radikal kerap menggunakan berbagai cara, salah satunya dengan cara pendekatan secara halus namun tetap sistematis dalam menyebarkan paham radikal atau ideologi khilafah.
"Oleh karena itu, kewaspadaan harus lebih ditingkatkan saat ini. Kami masih terus mendalami dan berkoordinasi dengan pihak terkait perihal adanya dugaan salah satu Ponpes itu Kecamatan Pakuniran itu," ujar Kiai Hamid.
Ketua PCNU Kota Kraksaan, KH. Achmad Muzammil,menambahkan NU tetap akan menjadi garda terdepan dalam menjaga agama, umat dan negara.
"Kalau memang terbukti ada atribut berupa bendera Ar-Raya yang merupakan simbol kebesaran dari HTI tentu akan jadi hal atau persoalan serius," ungkap Kiai Muzammil.
Terlebih, lanjut Kiai Muzammil, NU juga memiliki struktur organisasi resmi yang menangani Pondok pesantren melalui Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI).
Namun, untuk Ponpes Al-Ghuroba tidak tercatat dalam RMI.
"Sudah kami cek dan hasilnya Ponpes tersebut tidak masuk dalam data RMI NU. Oleh karena itu kami mendukung untuk evaluasi keseluruhan, mulai dari izin bangunan dan lain-lainnya," tuturnya.
Sebelumnya, sorotan mucul lantaran ada dugaan Ponpes Al-Ghuroba terafiliasi dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Dugaan afiliasi muncul dalam pelaksanaan salat idul fitri pada 29 April 2025 lalu. Yang mana Ponpes tersebut mengibarkan bendera simbol HTI di belakang Khotib salat ied.
Wakil Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Wasik Hannan mengatakan, jika foto pelaksanaan salat idul fitri di Ponpes Al-Ghuroba yang terdapat bendera simbol HTI itu beredar luas sehingga jadi sorotan serius.
"Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat jelas bendera warna hitam bertuliskan kalimat tauhid yang identik dengan simbol HTI," kata Kiai Wasik, Sabtu (24/5/2025).
Modus Licik Pura-pura COD, Maling Motor di Probolinggo Babak Belur Dihajar Warga, Satu Pelaku Kabur |
![]() |
---|
Polres Probolinggo Gelar Pasar Beras Murah Libatkan Polsek Jajaran di 21 Kecamatan |
![]() |
---|
Polres Probolinggo Tangkap Dua Spesialis Pencuri Motor saat Salat Jumat, Satu Pelaku Masih Buronan |
![]() |
---|
Gubernur Jatim Khofifah Gandeng Lantamal V Renovasi 300 Rumah Tak Layak Huni |
![]() |
---|
Sambut Jenazah Marsma TNI Anumerta Fajar Adriyanto di Lanud Abd Saleh Malang, Jelang ke Probolinggo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.