Idul Adha 2025 di Malang Raya
Musim Pancaroba di Kota Malang, Pedagang Kambing Waswas
Cuaca yang tidak menentu membuat pedagang kambing di Kota Malang waswas jelang Idul Adha 2025.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Cuaca yang tidak menentu atau musim pancaroba membuat pedagang kambing di Kota Malang waswas jelang Idul Adha 2025. Banyak kambing yang kurang sehat, sehingga tidak bisa dijual ke pelanggan.
Penjual kambing di Jalan Sulfat, Mujahidin mengaku sudah memotong empat kambing miliknya yang sakit. "Kambingnya flu dan kembung. Dari empat kambing itu, kerugian sekitar Rp 15 juta," kata Mujahidin kepada SURYAMALANG.COM, Senin (2/6).
Musim hujan yang tidak menentu membuat hewan lebih rentan sakit. Saat seekor kambing tidak kuat bertahan, Mujahidin langsung memotongnya lebih awal. "Kami tidak boleh menjual kambing sakit ke konsumen. Risiko pada kesehatan," tambahnya.
Tidak hanya cuaca yang menjadi tantangan bagi pedagang kambing. Daya beli masyarakat yang menurun juga menjadi tantangan.
Mujahidin mematok harga kambing antara Rp 2,3 juta sampai Rp 8 juta. Kambing jenis etawa jumbo yang paling mahal.
Sekarang banyak calon pembeli yang lebih memilih patungan membeli sapi daripada membeli kambing sendiri-sendiri. Dampaknya, jumlah kambing yang terjual turun dibanding tahun lalu. "Sekarang saya baru menjual sekitar 20 ekor kambing. Padahal biasanya H-5 Idul Adha sudah terjual 40 sampai 45 ekor," terangnya.
Mujahidin tidak sembarangan menjual kambing ke pelanggan. Mujahidin sering menolak menjual kepada pembeli yang datang mengatasnamakan masjid atau lembaga.
Menurutnya, tidak seharusnya nama masjid dibawa-bawa untuk transaksi ekonomi. Apalagi ada beberapa peristiwa takmir minta imbalan setelah mendatangkan banyak jemaah untuk membeli kambing. "Saya lebih percaya ke orang pribadi. Amanahnya jelas," urainya.
Selama ini Mujahidin mencari sendiri kambing ke peternak. Bersama dua rekannya, Mujahidin keliling mendatangi peternak yang mau menjual kambingnya. "Saya beli kambing langsung peternak. Kadang bayarnya setelah kambing laku. Modalnya memang sedikit, tapi kami jalankan bisnis ini dengan kepercayaan," urainya.
Mujahidin mengungkapkan ada beberapa risiko bagi penjual kambing jelang Idul Adha, misalnya risiko keuangan. Bila ada kambing yang tidak laku, Mujahidin tetap harus merawat kambing itu.
Mujahidin harus mengeluarkan biaya operasional untuk memenuhi kebutuhan kambing. Biasanya Mujahidin menyuruh orang untuk mencari rumput yang akan menjadi pakan kambing. "Saya bayar orang untuk mencari rumput. Yang penting jangan sampai mencuri, dan jangan mengambil dari lahan orang," imbuhnya.
Stabil
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Malang, Slamet Husnan mengklaim daya beli masyarakat terhadap hewan kurban masih stabil. "Kami optimistis jumlah hewan kurban tahun ini masih mendekati data tahun 2024," kata Slamet.
Sebanyak 7.500 hewan kurban disembelih di Kota Malang pada tahun 2024. Hewan-hewan tersebut terdiri dari 1.800 sapi, 5.200 kambing, dan 500 domba.
Slamet menjelaskan pihaknya memeriksa seluruh hewan ternak yang dijual di titik-titik penjualan hewan kurban di Kota Malang. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap sampai menjelang Idul Adha. DPKP juga akan memeriksa hewan kurban yang baru disembelih pada 5 sampai 9 Juni 2025.
Slamet memaparkan petugas akan memeriksa kondisi kesehatan hewan secara langsung. Hewan yang dinyatakan sehat diperbolehkan untuk dijual. Namun, jika ada hewan yang memiliki gejala penyakit, petugas akan segera mengobatinya. "Kami juga mengimbau peternak yang mengetahui hewan ternaknya sakit, segera melapor ke kami," imbuhnya.
| Pedagang Kambing Live Streaming, Cara Jitu Jual Hewan Kurban di Kota Malang |
|
|---|
| Kisah Abdullah Juru Sembelih Hewan Kurban Polres Malang, Belajar dari Ayah dan di Pesantren |
|
|---|
| Jelang Idul Adha di Kota Malang, Kenali Ciri-ciri Hewan Kurban yang Idap PMK dan LSD |
|
|---|
| Kurban di Kota Malang, Presiden Prabowo Subianto Beli Sapi Bobot 950 Kg |
|
|---|
| Waspada PMK dan LSD, Kota Malang Belum Punya Kandang Isolasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/JAGA-KAMBING-Mujahidin-menjaga-kambing-miliknya-di-lapak-Jalan-Sulfat-Kota-Malang-Senin-25.jpg)