TAMPANG Selingkuhan Wadison yang Tega Bunuh Istri Sah Demi Bisa Kawin Lari, Akun TikTok Diserbu

Sosok Rani, wanita yang disebut sebagai selingkuhan Wadison itu pun diserbu oleh warganet melalui akun TikTok miliknya. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
TikTok @RanniHerlina_19
SUAMI BUNUB ISTRI - Potret Wadison (KIRI) akting nangis saat pemakaman istrinya yang sudah dibunuh. Rani (KANAN) disebut sebagai selingkuhan Wadison. 

SURYAMALANG.COM - Kasus pembunuhan yang sempat disamarkan menajdi kasus perampokan yang terjadi di Banten hingga kini masih menjadi sorotan. 

Wadison Pasaribu, tega membunuh istri sahnya sendiri lantaran memiliki selingkuhan dan berniat untuk kawin lari. 

Kini, diketahui tampang selingkuhan Wadison yang menjadi soran di emdia sosial. 

Sosok Rani, wanita yang disebut sebagai selingkuhan Wadison itu pun diserbu oleh warganet melalui akun TikTok miliknya. 

Dalam salah satu unggahan video yang diunggah akun bernama @Ranni** pada Sabtu, 7 Juni 2025 menjadi viral di media sosial.

Dalam unggahan itu, tampak sejumlah simbol khusus, gestur tangan, serta inisial "WDSN" yang diduga merujuk pada nama Wadison.

Unggahan ini pun langsung dibanjiri komentar pedas dari netizen yang mengecam hubungan gelap keduanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua unggahan yang diposting dalam waktu berdekatan dan memperlihatkan kedekatan antara seorang pria dan wanita.

Baca juga: Sadis Suami Bunuh Istri di Samping Bayi yang Baru Lahir 10 Hari Lalu, Malu Istrinya Banyak Ngutang

Baca juga: Kisah Pria Sumatera Nekat ke Kamboja Karena Terbuai Gaji Rp 10 Juta Jadi Admin Judi Online

"Jangan pernah pergi, karena hati ini sudah nyaman denganmu," tulis akun tersebut.

Dalam video pertama, terlihat seorang wanita berpegangan tangan dengan seorang pria di dalam sebuah mobil. 

Di tengah video, muncul simbol tertentu yang menyiratkan adanya hubungan beda agama.

Sementara itu, dalam unggahan kedua, keduanya tampak berjalan bersama menuju suatu tempat. 

Mereka tampak berpegangan tangan dengan mesra sambil mengenakan pakaian couple.

Dalam waktu singkat, kedua video itu telah dikomentari lebih dari 3.400 kali dan ditanggapi hampir 5.000 pengguna.

“Emang ora ada yang single ya?” komentar akun @Sint.

“Udah couple-an aja bajunya,” tambah akun @mom.

“Kayak udah kehabisan laki single aja di dunia ini,” sahut akun @win.

Akun TikTok R, sosok wanita diduga selingkuhan Wadison Pasaribu
Akun TikTok R, sosok wanita diduga selingkuhan Wadison Pasaribu (TikTok @RanniHerlina_19)

Ingin Kawin Lagi

Wadison Pasaribu, pria yang membunuh istrinya sendiri di Serang, mengaku nekat melakukan aksi keji itu bukan hanya karena ingin menikah lagi dengan selingkuhannya, tapi juga karena merasa terus-menerus ditolak dan diabaikan oleh sang istri.

Namun kini Wadison Pasaribu mengaku menyesal telah membunuh istrinya, Petry Sihombing

Wadison Pasaribu membunuh istrinya di Puri Anggrek Serang Blok G 10 Nomor 11, Serang, Banten, Minggu, (1/6/2025).

Selain itu, Wadison Pasaribu mengaku merekayasa pembunuhan istrinya seakan-akan seperti kasus perampokan karena panik.

Sebab, saat mengetahui korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa, ada jeda satu jam untuk menjalankan skenarionya. 

"Saat kejadian saja (muncul ide membuat kasus pembunuhan menjadi perampokan) karena sudah panik. Saya merekayasa," kata Wadison di Mapolres Serang Kota dengan kaus tahanan berwarna oranye, Kamis (5/6/2025).

Skenario yang dibuat Wadison pertama adalah merusak engsel pintu samping rumahnya di Perumahan Puri Anggrek, Walantaka, Kota Serang, menggunakan obeng dan bencong.

Upaya itu dilakukan agar seolah-olah ada dua orang pelaku pencurian yang masuk ke dalam rumah untuk mencuri.

ISTRI DIBUNUH SUAMI - Wadison Pasaribu saat menangisi Petry Sihombing (KIRI) dan kebersamaan semasa hidup (KANAN). Kini terkuak dugaan motif Wadison Pasaribu tega membunuh istrinya, Petry Sihombing.
ISTRI DIBUNUH SUAMI - Wadison Pasaribu saat menangisi Petry Sihombing (KIRI) dan kebersamaan semasa hidup (KANAN). Kini terkuak dugaan motif Wadison Pasaribu tega membunuh istrinya, Petry Sihombing. (Kolase Tribunnews)

Selanjutnya, tersangka mengacak-acak barang di ruang tengah dan kamar serta menyimpan dompet di ruangan tengah dalam kondisi kosong.

Hal itu dilakukan agar terkesan pelaku perampokan mencari dan mengambil barang berharga penghuni rumah.

Kemudian, Wadison juga rela melukai dirinya sendiri menggunakan ulekan ke arah pipinya sampai terlihat memar.

Lalu, ia memukulkan ulekan dari batu ke arah belakang kepalanya agar ada memar dan membuat luka di leher seperti luka cekikan.

Agar menyempurnakan rekayasanya, Wadison kemudian mengikat tangan dan kakinya menggunakan tali tambang dan tali trip.

Terakhir, tubuhnya dimasukkan ke dalam karung besar dengan posisi tertidur.

Wadison mengaku tega membunuh istrinya karena selalu menolak ajakan berhubungan badan.

Selain itu, Wadison juga diketahui oleh sang istri berselingkuh dengan wanita lain berinisial Ri, warga Bayah, Kabupaten Lebak.

"Jujur saja, selama ini istri saya susah banget saya ajak berhubungan badan, terus saya ketahuan selingkuh," ujar Wadison.

Tak hanya itu, pria yang bekerja sebagai bank keliling ini tak terima selalu disalahkan hingga dimarahi.

"Istri saya perkataannya pedas terus. Saya tidak bisa salah sedikit, sama-samain saya sama suami orang terus," kata dia.

Wadison mengaku sudah tertekan dengan ajakan menikahi selingkuhannya.

Sebab, hubungannya sudah layaknya suami-istri.

"Saya menyesal, saya kasihan sama anak-anak," katanya.

Pembunuhan Berencana

Wadison Pasaribu ternyata telah merencanakan aksi pembunuhan karena sudah tak lagi mencintai korban.

Petry dibunuh dengan cara dicekik menggunakan kain kelambu. 

Hal itu disampaikan Kapolres Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, saat pers rilis pada Kamis (5/6/2025)

"Ini bukan pembunuhan spontan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah merencanakan aksinya," kata Kapolres Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, Kamis (5/6/2025), dilansir dari Tribunbanten.com.

Wadison juga mengaku kepincut wanita lain yang berdomisili di wilayah Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

"Motif utamanya karena pelaku sudah tidak cinta dan menjalin hubungan asmara di luar pernikahan," katanya.

Menurut Yudha, setelah korban dipastikan tewas, Wadison kemudian mengikat tangan korban dan menyusun skenario seolah-olah telah terjadi perampokan. 

"Pelaku bahkan melukai dirinya sendiri dan masuk ke dalam karung untuk memancing simpati dan mengaburkan fakta," ujarnya.

Namun, skenario tersebut runtuh ketika Wadison akhirnya mengaku kepada abangnya sendiri, Herman Pasaribu, bahwa dirinya adalah pelaku pembunuhan. 

Kuasa hukum keluarga korban, Lambas Toni Pasaribu, membenarkan bahwa pengakuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyerahan diri ke polisi.

"Ia mengaku secara langsung. Motifnya karena sudah menjalin hubungan lain dan tidak ingin lagi bersama istrinya," kata Lambas.

Akibat perbuatannya, Wadison dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sempat Diinterogasi Keluarga

Sebelumnya, pihak keluarga mencurigai adanya kejanggalan dalam insiden pembunuhan tersebut. 

Kepada keluarga, Wadison akhirnya mengakui bahwa ia sendiri yang menghabisi nyawa istrinya.

Wadison dengan tega mencekik istrinya hingga tewas setelah sempat terjadi percekcokan.

Hal itu diungkap oleh kakak pelaku, Toni Lembas Pasaribu, yang telah menyerahkan Wadison ke Polresta Serang Kota pada Selasa (3/6/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. 

Toni menjelaskan bahwa Wadison akhirnya mengakui telah merancang skenario seakan-akan Petry merupakan korban perampokan. 

"Dia menciptakan alibi bahwa habis kena rampok," kata Toni kepada wartawan melalui sambungan telepon, dilansir dari Kompas.com.

Setelah melakukan pembunuhan, Wadison mencoba melakukan aksi bunuh diri dengan menutup kepala menggunakan kantong plastik dan karung.

Keluarga besar pun menyatakan kekecewaan terhadap tindakan Wadison Pasaribu

"Kami keluarga tentu kecewa, karena dia terlihat keraguan sejak awal diperiksa, keterangannya pelantat pelintut," ujar Toni.

Usai menghabisi nyawa korban, Wadison merekayasa perbuatannya seolah menjadi korban perampokan.

Petry Sihombing ditemukan tewas di dalam kamar tidurnya dengan posisi tengkurap dan tangan terikat ke belakang.

Sementara pelaku ditemukan terikat di dalam karung dengan kondisi pingsan di ruang dapur rumahnya.

Saat ini, Penyidik Satreskrim Polresta Serang Kota telah mengamankan pelaku tadi malam. 

Menurut informasi, Wadison diamankan penyidik di kediaman duka. 

Penangkapan Wadison dibenarkan oleh Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria kepada TribunBanten.com, Rabu (4/6/2025). 

 "Iya sudah ditangkap, pelaku suaminya," kata Yudha melalui pesan singkat, kepada TribunBanten.com, Rabu (4/6/2025).

"Pelaku masih kami periksa," singkat Kapolres.

Sebelumnya, Wadison Pasaribu dan Petry Sihombing, pasang suami istri itu sempat diduga sebagai korban perampokan sadis di rumahnya di Puri Anggrek Serang Blok G 10 Nomor 11, Serang, Banten.

Faktanya, Wadison sendiri yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri karena dipicu percekcokan.

Perintahkan Anak Minta Tolong

Awalnya, peristiwa itu terungkap saat anak korban yang berusia 7 Tahun keluar rumah teriak-teriak histeris meminta pertolongan pada subuh hari sekira pukul 05.00 WIB.

Mendengar teriakan itu, tetangga korban bernama Jansen Pasaribu (57) keluar rumah dan mendekati sang anak.

"Saya keluar dan melihat anaknya itu minta tolong nangis-nangis, saya sudah firasat buruk malam-malam anak minta tolong langsung saya teriak minta tolong, datang tetangga dua orang kami masuk dari belakang pintu rumah, karena di depan di gembok," kata Jansen, Minggu, (1/6/2025). 

Setelah masuk dari pintu belakang rumah, kata Jansen, dirinya melihat kondisi korban Wadison Pasaribu sudah terbungkus karung.

"Nah, kata anaknya itu, bapak saya bapak saya itu di karung, gitu, kami berusaha membuka ikatan karungnya itu," ucap Jansen.

Kemudian, lanjut Jansen, dirinya mengecek bagian kamar tidur korban dan ditemukan istri korban dalam keadaan tengkurap dengan tangan diikat.

"Saya berusaha membuka ikatannya, setelah lepas ternyata tangannya sudah kaku, langsung saya larang orang masuk karena lihat udah kaku tangannya," tuturnya.

Dikatakan Jansen, sekilas melihat tubuh kedua korban tidak ada ditemukan luka serius akibat benda tajam.

"Nah, si suami korban ini kan diikat dalam karung setelah dicek masih dalam keadaan hidup dan langsung dilarikan ke rumah sakit," ucap Jansen.

Sebelum peristiwa itu terjadi, kata Jansen, dirinya tidak mendengar keributan atau sesuatu yang mencurigakan.

"Tidak ada yang mencurigakan, saya tahunya ketika ada anaknya itu teriak minta tolong," pungkasnya.

 

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved