Sekolah Rusak Malang
Tamparan Keras Bagi Dinas Pendidikan-Pemkab Malang, Guru dan Wali Murid SDN Pajaran III Kerja Bakti
Tanpa menunggu sadarnya pejabat Pemkab Malang dan kepedulian anggota dewan, untuk memperjuangkan rehab sekolah itu, guru dan wali murid bekerja bakti
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Para guru dan wali murid SDN Pajaran III, Kecamatan Poncukusumo menunjukkan sikap luar biasa dengan menunjukkan langkah konkret saat melihat kondisi sekolah yang membahayakan.
Para guru dan wali murid kompak untuk kerja bakti memperbaiki atap sekolah, Selasa (17/6/2025) pagi.
Baca juga: Kondisi Memprihatinkan SDN Pajaran III Kabupaten Malang, Siswa Belajar dalam Ancaman Sekolah Ambruk
Tanpa menunggu sadarnya pejabat Pemkab Malang dan kepedulian anggota dewan, untuk memperjuangkan rehab sekolah itu, mereka telah bertindak nyata.
Meski tinggal di pinggiran, yang jauh dari mana-mana itu, namun mereka punya kepedulian yang tinggi buat kemajuan dunia pendidikan.
Melihat kondisi gedung sekolah anaknya hampir ambruk karena sebagian kayunya sudah patah dan atapnya melengkung ke bawah, mereka tergerak hatinya, untuk 'urunan' buat memperbaikinya.
Para guru dan wali murid terlihat berpeluh keringat, sembari kompak.
Mereka berbagi tugas, ada yang menurunkan pecahan genting, pecahan asbes, namun juga ada yang cukup berani memanjat kayu reng yang sudah lapuk karena kena gerojokan air hujan tiap hari itu.
Semua mereka lakukan sendiri, biar tak mengeluarkan uang buat bayar tukang.
"Iya, kebetulan juga besok (Rabu (18/6/1025), ada acara kelulusan siswa. Biar merasa aman, wali murid kompak kerja bakti dan sekakian mengganti kayu reng, atap, yang rusak," tutur Niken Indrawati, Kasek SDN Pajaran III, Selasa (17/6/2025).
Perbaikan gedung sekolah yang ala kadarnya seperti itu, mestinya bukan tanggung jawab guru dan wali murid.
Perbaikan sekolah negeri itu seharusnya jadi tanggung jawab dinas pendidikan (Diknas) atau Cipta Karya, yang tiap tahun anggarannya 'segede gajah bengkak' atau 57 kali anggaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
"Memalukan kok, masak sekolah rusak separah itu, yang memperbaiki guru dan wali murid. Kemana dinas (Diknas dan Cipta Karya), yang anggarannya segede gajah aboh itu? Mestinya, anggota dewan juga malu, karena tiap minggu dua kali blusukan ke kecamatan, tapi kok nggak tahu kalau ada sekolah rusak se-compang-camping itu," tegas Ahmad Kusairi, koordinator LSM Pro Desa, yang mengaku rumahnya cuma selemparan asbak dari SDN Pajaran III itu.
Sementara, Nur Sodik, Kades Pajaran mengaku sudah mengajukan proposal rehab buat sekolah itu sekitar sebulan lalu.
"Sudah, kami tinggal menunggu realisasinya," ungkapnya.
Begitu juga KH Ir Kholiq, MAP, wakil ketua DPRD Kabupaten Malang mengaku kaget ada sekolah serusak itu, namun tetap dipakai belajar 48 muridnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kerja-bakti-SDN-Pajaran-III-Malang.jpg)