Kamis, 14 Mei 2026

Tren Gadai Barang saat SPMB 2025

Pegadaian CP Malang Terima Nasabah untuk Kebutuhan Jelang Tahun Ajaran Baru

Selain gadai, tren penjualan emas juga cukup tinggi, terutama dari nasabah baru yang belum pernah memanfaatkan layanan pegadaian sebelumnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/BENNI INDO
NASABAH BUTUH BIAYA PENDIDIKAN - Relation Officer Pegadaian CP Malang, Herlin Irawati di tempat kerjanya, Senin (7/7/2025). Ia menyebut bahwa meskipun tren harga emas saat ini cenderung turun, aktivitas masyarakat masih cukup tinggi, khususnya untuk keperluan sekolah. 

SURYAMALANG.COM, MALANG – Menjelang musim tahun ajaran baru, Pegadaian Cabang Pembantu (CP) Malang di Jalan Ade Irma Suryani mulai menunjukkan geliat transaksi.

Di momen saat ini Pegadaian CP Malang banyak melayani nasabah dari kalangan ibu rumah tangga yang beberapa di antara menjual emas maupun menggadaikan barang untuk membiayai kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Relation Officer Pegadaian CP Malang, Herlin Irawati, menyebut bahwa meskipun tren harga emas saat ini cenderung turun, aktivitas masyarakat masih cukup tinggi, khususnya untuk keperluan sekolah.

“Kalau bulan kemarin benar-benar ramai, penjualan mencapai 20 kilogram emas per bulan. Kebanyakan ibu-ibu datang ke sini bukan sekadar untuk investasi, tapi untuk kebutuhan sekolah juga,” ujarnya saat ditemui di tempat kerja, Senin (7/7/2025).

Barang-barang yang dapat digadaikan di Pegadaian seperti perhiasan, logam mulia, hingga barang elektronik seperti handphone, laptop, sepeda pancal, bahkan kendaraan seperti mobil beserta STNK.

Selain itu, ada pula transaksi untuk kebutuhan renovasi rumah. 

Selain gadai, tren penjualan emas juga cukup tinggi, terutama dari nasabah baru yang belum pernah memanfaatkan layanan pegadaian sebelumnya.

“Bagi masyarakat yang tidak terbiasa menggadaikan emasnya, biasanya langsung dijual. Apalagi harga sempat tinggi bulan April dan Mei kemarin, karena pengaruh perang dagang,” jelasnya.

Herlin juga mengungkapkan bahwa produk emas Antam ditutup sementara sejak 25 Juni akibat membludaknya permintaan.

Saat ini, Pegadaian CP Malang hanya melayani produk emas dari merek UBS, Galeri 24, dan Lotus Archi.

"Transaksi minimal Rp 1 juta hingga Rp 10 juta untuk kebutuhan pendidikan. Kalau yang sampai ratusan juta itu untuk kebutuhan usaha," paparnya.

Sebagai solusi atas tingginya permintaan logam mulia, Pegadaian menawarkan produk digital seperti Tabungan Emas dan Tabungan Emas Rencana.

Produk ini memungkinkan masyarakat memiliki saldo emas digital yang lebih fleksibel digunakan.

“Ketika produk Antam tidak tersedia, masyarakat bisa beralih ke tabungan emas rencana. Kami juga pelopor bank emas, dan terus dorong edukasi ke masyarakat soal kemudahan produk ini,” pungkas Herlin.

Dengan tingginya kebutuhan jelang tahun ajaran baru, Pegadaian CP Malang melayani kebutuhan keuangan dari kalangan menengah ke bawah, untuk memenuhi biaya pendidikan tanpa harus bergantung pada pinjaman konvensional. (Benni Indo)

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved