Agar tidak ada kejadian seperti ini lagi, kapolsek mengimbau agar warga hati-hati membakar sisa-sisa tebangan tebu.
"Musim kemarau, panas dan angin juga masih kencang. Sebab percikan api bisa terbawa ke tempat lain. Jangan sampai ada kejadian lagi seperti di Desa Jatisari," ungkap Kapolsek Pakisaji.
Apalagi sejak Mei dan Juni lalu masuk musim giling tebu. Sehingga usai panenan, pemilik lahan akan membersihkan dan menanamnya lagi. Tahun lalu, kejadian sejenis juga terjadi di Kecamatan Gondanglegi. Korban juga membersihkan ladang tebunya dengan membakar. Tubuhnya malah ditemukan sudah gosong.
Baca tanpa iklan