Selain dari KPPI, ibu-ibu bhayangkari Polresta Malang juga turut mendukung mereka untuk segera ‘move on’ dari masa lalu. Rombongan dari Bhayangkari Polresta Malang itu datang menemui korban, WW (20) dan Anin satu jam mendahului kedatangan rombongan KPPI.
Rombongan dipimpin langsung oleh istri Kapolresta Malang AKBP Singgamata, Liliana Silvia Rosa.
"Sebagai seorang ibu, dan perempuan saya tentu iba dan terenyuh mendengar kasus ini. Karena itu saya mengajak teman-teman untuk memberi dukungan kepada korban," kata Liliana pada Surya.
"Satu pelajaran yang bisa dipetik dari sini adalah pengawasan pada anak perempuan, tidak hanya berhenti pada saat di bangku sekolah saja. Setelah mereka dewasa, pendampingan dan pengawasan pada mereka harus tetap dilakukan," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, rombongan ini juga menyerahkan buku berjudul 'La Tahzan For Women' atau Jangan bersedih para wanita tulisan Nabil Muhammad Mahmud. Buku novel dengan jumlah halaman 440 lembar ini mengisahkan perjuangan seorang perempuan.