Caranya, pihak kampus bisa bekerjasama dengan kiai, romo, pendeta, atau tokoh agama lain, secara lebih intensif saat masa orientasi mahasiswa baru.
“Insya Allah para tokoh agama bersedia membina mereka. (mahasiswa) yang Islam bisa dibina melalui masjid dan pesantren, yang Protestan dan Katolik bisa melalui gereja, dan seterusnya. Tapi cara ini perlu ada dukungan dan kerja sama dengan kampus,” ungkapnya.
Baca tanpa iklan