Lantas, bagian Falcon 9 manakah yang mungkin jatuh di Sumenep? Menurut Thomas, benda misterius yang jatuh diduga tingkat dua Falcon 9.
Falcon 9 merupakan roket dua tingkat. Saat membantu sebuah peluncuran satelit, tingkat pertama roket akan mendorong muatan ke ketinggian 150 - 300 kilometer dari permukaan bumi.
Di roket kontemporer, tingkat pertama ini akan kembali lagi mendarat di bumi dan bisa digunakan untuk peluncuran satelit lainnya.
Sementara itu, tingkat dua roket atau upperstage akan mengantarkan muatan ke ketinggian orbit, sekitar 35.000 kilometer dari permukaan bumi.
Bagian roket itu tidak akan mendarat kembali ke bumi tetapi tertinggal sebagai sampah antariksa.
Tingkat dua roket terdiri dari bahan bakar cair berupa minyak tanah yang diolah khusus sebagai Rocket Propellant-1 (RP-1).
"Jadi yang jatuh di Sumenep diduga tangki bahan bakar dari roket," katanya.
Sebagian tangki bahan bakar mungkin telah terbakar saat memasuki atmosfer. Bagian yang jatuh mungkin terbuat dari material komposit sehingga lebih tahan saat bergesekan dengan atmosfer.
"Mungkin komposit yang lebih kuat, hanya sejenis dengan komposit karbon," kata Thomas.
Dari foto, benda misterius yang jatuh di Sumenep sangat mirip dengan tangki bahan bakar Falcpn 9. Namun, Thomas mengatakan, pihaknya masih perlu menganalisis untuk memastikan.
Saat ini, pemeriksa dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) ditugaskan untuk mengamankan benda tersebut untuk dianalisis. (*)