3 Aspek Kebijakan Pemerintah di Era New Normal, Mulai Diskon Bayar Pajak & Gratis Pembayaran Listrik

Penulis: Ratih Fardiyah
Editor: Adrianus Adhi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi penerapan new normal dalam artikel 3 aspek kebijakan yang akan diterapkan saat memasuki New Normal.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kurva dapat menjadi landai sehingga pada Agustus, pemerintah dapat melakukan konsolidasi untuk mempersiapkan kehidupan new normal atau tatanan normal baru.

Kemudian, Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta Nurliah Nurdin mengatakan, Selain bantuan tunai, ada juga program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) yang dijalankan di Ibu Kota.

"Tujuan program tersebut untuk meningkatkan ketahanan masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu," jelasnya.

Ilustrasi aturan new normal (shutterstock via Kompas.com)

Penerima manfaat program itu meliputi warga kurang mampu, anak-anak di panti asuhan dan pesantren, serta panti jompo dan panti sosial lainnya.

“Sebagai komitmen Pemerintah dalam melawan Covid-19, beberapa agenda besar seperti
pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 harus ditunda karena dinilai berisiko
memicu penyebaran Covid-19 yang melibatkan banyak orang”, imbuh Nurliah.

Pengendalian Covid-19 di negara lain.

Webinar tersebut juga menghimpun pakar-pakar dari Asia Pasifik untuk saling berbagi pengalaman mengenai penanganan Covid-19 di negara masing-masing.

Mulai dari Korea Research Institute for Local Administration Young Hoon Ahn. Menurut dia, salah satu upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di Korea Selatan dengan membuat smart quarantine framework untuk mengetahui persebaran virus Covid-19.

Menurut dia, kinerja sistem itu didasarkan pada informasi yang diterima menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Selain itu, pemerintah Korea Selatan (Korsel) telah memperbaharui alat tes rapid Polymerase Chain Reaction (PCR), sehingga dapat diketahui hasilnya setelah 30 menit.

Alat itu lebih cepat dari sebelumnya yang harus menunggu 6jam. Selain itu, Pemerintah dapat melacak pergerakan masyarakatnya menggunakan smartphone," imbuh Young Hon Ahn.

Lain halnya dengan Korsel, Eva Tuzon dari Kementerian Reformasi Agraria Ministry of Agrarian
Reform mengatakan, Pemerintah Filipina menerapkan Program Recover as One.

"Program ini untuk mempersiapkan new normal dengan berfokus pada program fiskal, pertanian dan perikanan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan pelayanan langsung kepada masyarakat," katanya.

Beralih ke India, Director, Information and Communication, Vasanthi Rajendran menjelaskan, Pemerintah India secara intensif melacak masyarakat yang telah melakukan kontak dan dibuat semacam peta untuk memudahkan pemerintah mengontrol penyebaran Covid-19.

Selanjutnya, Shahbaz Hossein dari Kementerian Pembangunan Desa (Ministry of Rural
Development) mengatakan, Pemerintah Iran tengah gencar mengampanyekan We Stay at Home atau anjuran untuk tetap tinggal di rumah sebagai upaya penanganan Covid-19

Berita Terkini