Nasional

Echa Gadis Banjarmasin Mengidap Sindrom Putri Tidur, Pernah Tidur Selama 13 Hari

Editor: eko darmoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Siti Raisa Miranda atau yang akrab disapa Echa menderita sindrom putri tidur.

Jika sudah begitu, maka Echa dipulangkan dan dirawat di rumah.

"Dalam empat bulan ini dia sudah tertidur selama dua kali, terakhir Desember 2020, setelah itu sembuh dan sekarang tidur lagi," ungkapnya.

Lalu, apa itu sindrom putri tidur?

Melansir Healthline, Sindrom Kleine-Levin (KLS) adalah kelainan langka, menyebabkan penderitanya mengalami periode kantuk berlebihan yang berulang.

Dalam beberapa kasus, penderita sindrom putri tidur bisa menghabiskan waktu tidur hingga 20 jam sehari.

Itulah mengapa kondisi ini sering disebut sindrom putri tidur.

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi remaja laki-laki cenderung lebih berisiko mengembangkannya daripada kelompok lain.

Sekitar 70 persen orang dengan KLS adalah laki-laki.

Stanford Health Care menyoroti kondisi ini sebagai gangguan neurologis.

Beberapa gejalanya antara lain:

1. Episode tidur muncul tiba-tiba, terkadang didahului gejala mirip flu.

2. Episode tidur biasanya berlangsung 1-3 minggu.

3. Ketika episode tidur dimulai, pasien menjadi ngantuk dan tidur hampir sepanjang hari dan malam, bangun hanya untuk makan atau ke kamar mandi.

4. Orang dengan KLS kerap mengalami kebingungan, disorientasi, serta kekurangan energi dan emosi.

Episode tidur orang dengan KLS juga dapat memicu gejala lain, seperti:

Halaman
1234

Berita Terkini