SURYAMALANG.COM - Jelang laga kontra Persija Jakarta, Arema F C dipastikan tak mendapatkan dukungan dari skuat terbaiknya.
Sang kiper Arema FC, Adilson Maringa dipastikan akan absen di laga melawan Persija Jakarta besok, Sabtu (5/2/2022) karena cedera.
Cedera yang dialami Adilson Maringa membuat dirinya harus menjalani proses pemulihan dan istirahat selama dua minggu.
Adilson Maringa cedera saat pertandingan melawan Pesela Lamongan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Selasa (1/2/2022) lalu.
Melalui hasil pemeriksaaan, kiper Arema FC ini diketahui mengalami cedera pada otot adductor bagian kanan.
Adilson Maringa akan didampingi oleh fisioterapi tim Singo Edan selama proses pemulihan.
"Maringa mengalami cedera pada otot adductor. Perkiraan harus menjalani pemulihan selama dua minggu dengan pendampingan fisioterapi," ungkap dokter tim Arema FC, dokter Nanang Tri Wahyudi Sp.KO dikutip dari website aremafc.com.
Diketahui, cedera Adilson Maringa terjadi pada menit ke-34 saat berusaha menghalau pergerakan pemain Persela saat lolos dari kawalan, benturan pun tak dapat dihindari.
Akhirnya, kiper Adilson Maringa digantikan oleh Teguh Amiruddin.
Arema FC berhasil memenangi pertandingan melawan Persela Lamongan di menit-menit terakhir dengan skor akhir 0-1.
Hasil tersebut membuat Arema FC tetap mempertahankan posisinya di puncak klasemen sementara Liga 1 2021.
Rekor Mentereng Singo Edan Hingga Tanpa Kehadiran Adilson Maringa
Big match akan tersaji dalam pekan 23 BRI Liga 1 2021 antara Arema FC vs Persija Jakatra.
Pertandingan Arema FC vs Persija Jakarta akan digelar di Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali, Sabtu (5/2/2022) mendatang.
Laga sebelumnya, Singo Edan sukses mengalahkan Persela Lamongan 1-0 di Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali, Selasa (1/2/2022).
Pada pertandingan mendatang, pemain Arema FC bertekad untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan selama 19 laga berturut-turut.
Serta menjaga tren kemenangan agar bisa tetap berada di puncak klasemen sementara.
"Rekor ini sangat luar biasa bagi tim kami, Alhamdulillah."
"Mungkin pertandingan-pertandingan selanjutnya kami akan berusaha lebih konsisten, agar tren positif kami bisa bertahan terus, Insya Allah sampai juara," kata gelandang Arema FC, Ridwan Tawainella, Kamis (3/2/2022).
Sementara itu, pelatih Arema FC Eduardo Almeida menuturkan, target timnya dari pertandingan ke pertandingan lainnya tetaplah sama, yakni tiga poin.
"Target kami tidak berubah. Kami akan berjuang untuk tiga poin setiap pertandingan untuk tetap berada di papan atas dan mempertahankan rekor kami," ujar Eduardo Almeida.
Mentalitas Juara Arema, Moncer Berkat Gol di Masa Injury Time
Arema FC bertengger di puncak klasemen sementara BRI Liga 1 2021 dengan raihan 47 poin, disusul Bhayangkara FC di posisi kedua dengan selisih satu poin.
Raihan poin sempurna terakhir Arema FC diraih di pekan ke-22, Selasa (1/2/2022) malam.
Arema FC mengalahkan Persela Lamongan 1-0 oleh gol kemenangan yang lahir di masa injury time.
Arema FC dan Bhayangkara FC sama-sama membuktikan dirinya pantas bersaing di papan atas klasemen sementara Liga 1 2021.
Keduanya sempat saling geser dari puncak klasemen sementara.
Sebelumnya, Bhayangkara FC menggeser Arema FC duluan melalui kemenangan 2-1 atas Barito Putra.
Beberapa saat kemudian, Arema FC berhasil merebut kembali posisi pertama setelah menang 1-0 atas Persela Lamongan.
Baik Arema FC dan Bhayangkara FC berjuang keras untuk mendapatkan kemenangan semalam.
Keduanya baru bisa mengamankan gol kemenangan di injury time.
Bhayangkara FC harus bekerja keras mengejar ketertinggalan satu gol terlebih dahulu dari lawannya melalui gol Bayu Pradana di menit ke-58.
Usaha keras tim berjuluk The Guardian berbuah hasil melalui brace dari Herman Dzumafo Epandi di menit ke-84 dan 90+4.
Gol kedua Dzumafo sendiri bisa dikatakan sebagai "peluang terakhir" pada laga tersebut.
Sementara itu, Arema FC harus bekerja keras menembus alotnya pertahanan Persela Lamongan sepanjang pertandingan.
Kemudian, Arema FC berhasil mencatatkan tiga poin melalui gol Ridwan Tawainella tepat di menit ke-90.
Hal itu membuktikan mentalitas kedua tim sebagai salah satu kandidat juara Liga 1 musim ini.
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster mengaku sempat emosi karena anak asuhnya tak juga mampu mengkonversikan setiap peluang jadi gol.
Walaupun akhirnya ia mengaku lega saat anak asuhnya tak mengendorkan serangan sama sekali.
"Saya sedikit emosional karena banyaknya peluang yang kami ciptakan di babak pertama itu belum berbuah gol dan malah di babak kedua kami kebobolan," ujar Paul Munster dalam jumpa pers, dikutip SURYAMALANG.COM dari BolaSport.com.
"Tetapi dengan mental yang anak-anak punya tetap berjuang dan akhirnya beberapa pergantian taktik Dzumafo masuk dan dia melakukan yang terbaik yang dia lakukan dengan mencetak gol."
"Saya senang bagaimana mentalnya para pemain bertahan bagus," ucapnya.
Sementara itu, pelatih Arema FC, Eduardo Almeida memberikan ucapan selamat kepada Ridwan Tawainella atas gol penentunya di akhir laga.
"Selamat untuk Ridwan. Dia jadi pemecah kebuntuan pada pertandingan lawan Persela."
"Ya karena hanya ada satu gol di pertandingan kemarin, tentu itu jadi gol favorit saya," ujar Almeida.
Berita Arema