Hal ini tidak seperti ketika dirinya dulu masih berseragam Arema.
Kala itu ia turut membantu Arema meraih tiga trofi sekaligus.
Juara Divisi Satu 2004 dan Copa Indonesia 2005 dan 2006.
"Sekarang ini kan, di beberapa musim agak hilang. Saya merasakan, kompetisi berhenti, itu juga mempengaruhi, Grassroots di Malang juga sedikit merubah," ungkapnya.
Bagi Putu, gaya Malangan merupakan sikap yang harus ditunjukkan oleh pemain Arema ketika sedang berada di lapangan.
Dalam menerapkan gaya Malangan ini kata Putu tidak langsung datang secara tiba-tiba.
Namun harus terbentuk dari sikap para pemain baik di luar maupun di dalam lapangan.
"Sikap ini (gaya Malangan) gak terus datang tiba-tiba di lapangan. Itu terbentuk dari sikap kita saat berkumpul dengan teman lain. Bagaimana candaan dan hubungan. Jadi solidaritasnya kuat. Iramanya akan ngikutin," tandasnya.
2. Striker Arema FC Abel Camara Masih Mandul di Putaran Kedua Liga 1, Ini Pembelaan Manajer dan Pelatih
Striker asing Arema FC, Abel Camara hingga kini belum dapat menampilkan performa terbaiknya bagi Singo Edan.
Hingga memasuki pekan ke-26, putaran kedua Liga 1 2022/2023, Abel Camara belum menciptakan gol bagi Arema FC.
Terakhir kali striker berusia 33 tahun itu mencetak gol untuk Arema FC ketika menghadapi Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 silam.
Saat itu Abel Camara mencetak dua gol.
Praktis dari 15 kali penampilan bersama Arema FC, pemain berpaspor Portugal itu hanya mengemas empat gol.
Sebagai juru gedor Arema FC, statistik tersebut tentu saja bukanlah performa yang bagus bagi pemain asing.