"Awalnya kita minta jaminan H+7, kepada keluarga si pria. Karena kita harus bayar vendor, tenda dan lain-lain. Karena tidak ada jaminan mereka mintak keringan" cerita Heri.
"Sepakat di bulan 7 mau bayar Rp 4 juta ternyata bohong alasannya bayar fotografer," katanya
Lebih lanjut di bulan Agustus pihak WO bertanya lagi ke keluarga pria, karena katanya mau bayar doubel Rp 8 juta.
Nyatanya belum dibayarkan dan justru hanya melunasi Rp 1 juta dari sisa yang belum dibayar Rp 22,7 juta.
Akibat baru dibayar Rp 1 juta artinya utang pengantin masih sisa Rp 21,7 juta lagi.
"Kita sudah bingung ini keluarga pria juga nggak ada solusi, kami bilang yang bisa menyelesaikan ini pengantinnya saja" urai Heri.
"Maka kami izin mencari keberadaan si mempelai, yang akhirnya kami buat video teaser di TikTok," katanya
Heri mengaku sudah bingung WhatsApp pengantin dan sosmed juga tidak aktif.
"Maka dibuat VT tersebut. Memang ada yang lihat katanya mereka ada di Palembang. Keluarga mereka juga nggak tahu Chandra dan Dila ini dimana?" ungkap Heri.
Menurut Heri masalah yang menimpanya adalah kejadian pertama, kalaupun ada yang berhutang paling lama H+7 sudah membayar.
"Kita selesaikan secara kekeluargaan, bisa cari pinjaman dan lain-lain. Jadi kita bukan mau memviralkan tapi kita hanya ingin mencari keberadaan Chandra dan Dila," ungkapnya.
Menurut Heri, ia berharap Chandra dan Dila mau bertanggungjawab.
"Yok tanggungjawab," katanya.
Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com