SURYAMALANG.COM - Berikut ini sejarah Kampung Heritage Kayutangan yang merupakan kawasan bersejarah yang berada di Kota Malang, Jawa Timur.
Kampung Heritage Kayutangan menyuguhkan wisata bangunan tua dan bersejarah zaman kolonial Belanda.
Di Kampung Heritage Kayutangan ini terdapar bangunan hingga barang-barang yang usianya sudah ratusan tahun.
Terdapat pula bangunan rumah warga yang dibangun pada zaman belanda.
Kampung Heritage Kayutangan, terdapat bangunan dan barang-barang jaman dahulu yang usianya sudah ratusan tahun.
Setiap bangunan yang ada di Kampung Heritage Kayutangan dilengkapi dengan papan informasi.
Terdapat struktur cagar budaya yang dibangun sejak 1870-1920.
Struktur budaya tersebut masih berdiri kokoh karena hasil upaya konservasi.
Melansir dari website Pemkot Malang, Kampung Heritage Kayutangan berbasis budaya dengan menyuguhkan keaslian kampung berserta segala peninggalan sejarah, bangunan, kuliner serta sosial budaya masyarakatnya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Mila Kurniawati mengungkapkan bahwa potensi Kampung Kayutangan dapat dipetakan menjadi lima.
“Potensi Kampung Kayutangan ada 5, pertama yakni wisata bangunan tua dan bersejarah. Kedua, situs religi. Ketiga, kuliner dan kegiatan perdagangan. Keempat, eksplor sungai serta yang kelima event dan kegiatan. Sehingga optimalisasi seluruh potensi lokal atau sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada dibidang pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi misi kami” tuturnya.
Wisata bangunan tua dan bersejarah menjadi salah satu kekhasan untuk menguatkan label heritage yang diusungnya. Saat ini Kampung Kayutangan memiliki 23 spot rumah yang bernuansa heritage.
Selain menghadirkan visual yang memanjakan mata melalui desain arsitektur yang sebagian besar dipertahankan keasliannya, ada cerita-cerita khusus di sana.
Cerita dari masing-masing bangunan tersebut kian menarik diulik saat berkeliling mengeksplore ke dalam area kampung.
Rumah Namsin
Bangunan rumah dan toko yang dikenal dengan nama Rumah Namsin terletak di Jalan Basuki Rahmad Nomor 31 Kota Malang. Bangunan ini diperkirakan berdiri pada tahun 1900-an dengan pemilik pertamanya adalahan orang Belanda bernama Van Doorene.