Kronologi keributan berawal saat RD berjalan melintasi area parkir di depan sebuah toko modern.
“Mungkin ada tidak enak di hati ketika disapa ‘Bro’ oleh tukang parkir" ungkap Heru di hadapan awak jurnalis.
"Pengamen RD tidak terima dikira mau menantang hingga (RD) memegang kerah baju tukang parkir,” imbuhnya.
Baca juga: Curhat Panji, Dosen Poltekom Malang Dibayar Rp 1 Juta Per Bulan, Bertahan karena Beban Moral
Informasi yang dihimpun Tribun Madura dari masyarakat di sekitar lokasi kejadian, RD merupakan pria asal Bojonegoro, beristrikan perempuan asal Kabupaten Sampang.
Namun kini RD tinggal bersama putri semata wayangnya yang masih berusia 16 tahun.
Keduanya tinggal di sebuah rumah kos di kawasan Senenan Kota Bangkalan sementara istrinya meninggal dunia sekitar 6 bulan yang lalu.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita gitar akustik beserta sepeda motor protolan milik RD.
“Korban (jukir) dan pelaku saling mengenal, sering cangkruk, sering nongkrong, kebetulan tadi itu mungkin tidak enak hati,” pungkas Heru.
Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com
(TribunMadura|Samsul Arifin)