Ada juga kelompok yang berencana membangun tugu-tugu lain di lahan pribadi.
Huwahila pun mengingatkan risiko ancaman jika terjadi konflik massa.
Bukan hanya tugu yang mungkin menjadi sasaran perusakan, namun bisa juga rumah dan penghuninya juga akan terancam.
“Saya ingatkan risiko bahayanya bagi seluruh anggota keluarga. Akhirnya batal mendirikan tugu baru,” tuturnya.
Setelah tugu perguruan pencak silat dibongkar seluruhnya, petugas menerima apresiasi dari masyarakat sekitar tugu.
Mereka mengucapkan terima kasih karena selama ini mengaku sering terancam dan ikut menjadi sasaran kekerasan.
Baca juga: Empat Anak Tewas Membusuk di Kamar Mandi Rumah, Diduga Sengaja Dikunci Orangtuanya
Jika ada kerusuhan antar massa perguruan pencak silat, rumah mereka kerap menjadi sasaran pelemparan karena ada di sekitar tugu.
“Karena itu sampai sekarang kami menunggu, mungkin pemilik tugu di lahan pribadi itu minta supaya dibongkar. Kalau sudah diizinkan, kami akan bongkar,” tandas Huwahila.