"Harusnya tidak mendadak, karena banyak wisatawan yang sudah booking jauh-jauh hari. Kami bisa membantu mensosialisasikan kepada wisatawan," kata Andik.
Ditanya terkait ada wisatawan yang ke Bromo pasca penyesuaian tarif, Andik mengaku membayar fifty-fifty dengan wisatawan.
"Tadi ada wisatawan juga, karena sudah terlanjur sampai di Malang kami membagi fifty-fifty atau membagi 50 persen ke pengunjung dan 50 persen dibebankan kepada kami," jelas Andik yang sudah 12 tahun sebagai pelaku travel wisata Bromo di Gubugklakah itu.
Sementara itu salah satu wisatawan dari Tangerang, yakni Suryani mengaku kaget karena naiknya tarif mendadak.
"Agak terkejut, karena saya sudah booking tiket dari satu bulan yang lalu dengan agen wisata,"
"Pada H-7 mau ke Bromo saya dikabarkan kalau naik, ya terpaksa kami membayar. Karena saya bawa rombongan jadi tidak mungkin saya cancel, ya akhirnya kami nambah untuk kenaikan tarif tiket," jelas Suryani.
Pengumuman kenaikan tarif tidak hanya para wisatawan seperti tarif menerbangkan drone dan pengambilan video.
Tarif yang dikenakan awalnya Rp 300 ribu kini menjadi Rp 2 juta per paket dan per lokasi. Sedangkan untuk wisatawan asing Rp 5 juta per paket per lokasi.