Syuting Iklan Abal-abal di Surabaya, Model Direkam Diam-diam saat Ganti Baju, Videonya Dijual Pelaku

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Eko Darmoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelaku S dan N digelandang oleh Anggota Tim Siber Dirtipidsiber Polda Jatim

Lalu ia segera meminta menghubungi teman-temannya yang menunggunya di lobby apartemen itu untuk meminta menemani dirinya.

"Kemudian tidak sampai 5 menit, teman-teman saya datang," ungkapnya.

Setelah dirinya telah bersiap dengan busana yang dipilih. Korban GN menjalani proses rapat untuk penentuan adegan selama casting.

Menurutnya, semua pose yang diinstruksikan oleh pimpinan agensi kepada dirinya cenderung menunjukkan pose yang sensual. Seperti nungging dan semacamnya.

"Saya sudah berada di ruang tamu saat itu sedang di briefing oleh pelaku untuk melakukan adegan aneh dan tidak senonoh seperti nungging dan membelakangi kamera," ungkapnya.

Bahkan, ada juga bagian tahapan casting saat dirinya diajak ke atas balkon untuk memperagakan pose yang juga tak kalah sensual.

Seperti melumat permen lolipop dengan ekspresi wajah yang sensual. Termasuk diminta untuk mengucapkan beberapa kata dengan lenguhan nada bicara yang bernada cenderung bermuatan makna erotis.

Menyadari bahwa adegan dan pose yang diminta si pimpinan agensi iklan tersebut makin ngawur. Korban GN bergegas berganti pakaian setelah rampung menjalani casting di lokasi balkon.

"Lalu saya dibawa ke balkon untuk melakukan adegan; ngemut permen lolipop, seakan akan lolipop itu adalah produk yang sedang di casting-kan. Lalu setelah itu saya juga disuruh bersuara seperti; hmm enak, dan lain sebagainya," jelasnya.

Mengenai proses hukum atas masalah tersebut. Korban GN mengaku dirinya belum membuat laporan hukum secara resmi ke markas kepolisian.

Namun beberapa orang wanita yang menjadi korban kelakuan lancung oknum agensi iklan tersebut, sudah membuat laporan kepolisian secara resmi.

Bahkan laporan tersebut sudah dibuat sejak tahun 2022. Entah apa penyebabnya, proses penyelidikan kasus tersebut bergulir hingga akhir tahun 2024.

"Benar yang buat laporan itu teman saya yang juga salah satu korban. Sudah melapor sejak 2022. Namun 2024 ini baru naik penyidikan, dan sekarang sedang ditangani Polda Jatim," pungkasnya. 

Berita Terkini