Masyarakat juga diminta lebih waspada untuk memilih makanan yang hendak dikonsumsi.
"Tentu kami menginginkan masyarakat mengkonsumsi makanan dan minuman yang memenuhi standar atau layak konsumsi dan memenuhi aspek kesehatan," paparnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang uga meningkatkan pengawasan terhadap keamanan pangan di pusat-pusat jajanan takjil.
Hal ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan makanan yang aman dan sehat selama bulan puasa.
Setiap tahun, Dinkes Kota Malang secara rutin melakukan pembinaan terhadap penjaja makanan di berbagai wilayah. Pembinaan ini melibatkan tenaga Puskesmas dan sanitarian yang bertugas memastikan bahan-bahan makanan aman dan tidak membahayakan kesehatan.
Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Malang, drg Muhammad Zamroni menerangkan, pengawasan dilakukan di setiap kecamatan yang ada di Kota Malang.
"Kami mewaspadai penggunaan pewarna makanan yang tidak aman, seperti pewarna pakaian. Oleh karena itu, kami melakukan pembinaan untuk memastikan bahan-bahan yang digunakan aman dan tidak mengganggu kesehatan," jelasnya.
Selain pengawasan di pusat jajanan takjil, Dinkes Kota Malang juga melakukan pembinaan ke para pedagang.
Pembinaan ini meliputi pelatihan penjamah makanan untuk memastikan makanan yang disajikan higienis dan aman. (Benni Indo)