Ia pun membeberkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan sepanjang 2024 ada 77.965 pekerja yang mengalami PHK.
Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 64.855 pekerja.
"Kami tidak ingin kondisi ini terjadi di Jawa Timur. Oleh karena itu, saya selalu meminta kepada pengusaha agar mengutamakan kesejahteraan pekerja dan mencari solusi selain PHK," katanya.
Ia kemudian menyoroti data dari Apindo Jatim yang mencatat sebanyak 40 ribu pekerja terkena PHK selama Januari-Februari 2025.
Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim berkomitmen menjaga kesejahteraan pekerja dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta berkeadilan.
"Kita harus terus mencari solusi terbaik agar kesejahteraan pekerja dan masyarakat meningkat. Prinsipnya, jangan ada PHK," lanjut dia.