Kendati demikian, Bupati Sudewo tidak membeberkan secara gamblang, siapa penunggang gelap dalam aksi demo warga Pati tersebut.
Hanya saja, informasi yang dihimpun Tribun Network, Sudewo menjabat Bupati Pati setelah memenangkan Pilkada 2024 berpasangan dengan Risma Ardhi Chandra.
Sudewo merupakan politisi Partai Gerindra yang baru menjabat sebagai bupati Pati.
Sebelum memenangkan Pilkada 2024, Sudewo mejadi anggota DPR RI periode 20009-2014 dan 2019-2024.
Pada Pilkada 2024 lalu, pasangan Sudewo-Risma melawan pasangan Wahyu Indriyanto-Suharyono dan Budiyono-Novi Eko Yulianto.
Pada situasi genting saat ini, Sudewo mengaku sudah menggandeng sebagian kelompok massa yang akan menggelar demo.
Di antaranya, kelompok massa Gerakan Pati Bersatu (Gerpab) dan Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi).
Kedua kelompok itu sepakat menciptakan suasana kondusif di Kabupate Pati.
Namun, sikap dua kelompok itu berbeda dengan kelompok Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.
Perwakilam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Supriyono alias Botok menyatakan tetap menggelar demo pada 13 Agustus.
“Pak Sudewo, selamat bertemu tanggal 13 Agustus nanti!” serunya, dikutip dari Tribun Jateng.
Teriakan Supriyono langsung menyulut emosi massa yang ada di lokasi.
Massa kemudian bersahut-sahutan meneriakkan yel-yel "Lengserkan Sudewo! Turunkan Sudewo!".
“Kami sepakat 13 Agustus lengserkan Bupati Sudewo," ujarnya.
Supriyono membantah aksi 13 Agustus ditunggangi kepentingan politik.
Baca tanpa iklan