Kota Batu
DLH Kota Batu Upayakan Percepatan Pengelolaan Sampah Lewat Peran Masyarakat dan Sarpras pada 2026
DLH Kota Batu Upayakan Percepatan Pengelolaan Sampah Lewat Peran Masyarakat dan Sarpras pada 2026
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, diketahui adanya penurunan signifikan timbulan sampah sepanjang 2025
- Tahun ini jumlah timbulan sampah sebanyak 44.178,87 ton per tahun, sedangkan di tahun 2024 mencapai 52.910,59 ton per tahun
- Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, mengatakan penurunan itu tak lepas dari penguatan pengelolaan sampah berbasis pengurangan di sumber serta meningkatnya peran serta masyarakat
SURYAMALANG.COM, BATU - Masalah sampah di Kota Batu memang belum sepenuhnya tuntas.
Namun dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mencatat adanya penurunan signifikan timbulan sampah sepanjang 2025.
Tahun ini jumlah timbulan sampah sebanyak 44.178,87 ton per tahun, sedangkan di tahun 2024 mencapai 52.910,59 ton per tahun.
Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, mengatakan penurunan itu tak lepas dari penguatan pengelolaan sampah berbasis pengurangan di sumber serta meningkatnya peran serta masyarakat.
“Pengelolaan sampah di Kota Batu terus kami dorong agar tidak lagi bertumpu pada penimbunan di landfill, tetapi melalui pengolahan harian dan pengurangan sejak dari hulu,” kata Dian Fachroni kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (30/12/2025).
Baca juga: Angka Kriminalitas Kota Batu 2025: Ada 195 Laporan Warga, Junrejo Paling Tinggi Kasus Narkoba
Menurutnya sejak tahun 2024 hingga kini pengelolaan sampah di TPA dilakukan dengan sistem one day process, tanpa penimbunan di landfill.
Kebijakan ini dinilai efektif menekan beban lingkungan sekaligus memperpanjang umur tempat pemrosesan akhir.
Kondisi ini berbeda dengan pengelolaan sampah tahun 2022 lalu, saat itu sampah masih ditimbun di sel aktif.
Hasilnya kini pengurangan sampah mencapai 57,1 persen, sementara penanganan sampah berada di angka 30,95 persen.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan 2024, ketika pengurangan sampah baru mencapai 25,59 persen.
“Target pengurangan sampah tahun 2025 sebesar 30 persen berhasil kami lampaui dengan realisasi 30,95 persen."
"Ini menunjukkan kesadaran masyarakat mulai terbentuk, meski penanganan sampah masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut Dian menyatakan pengurangan sampah yang saat ini terjadi di Kota Batu juga hasil dari adanya penguatan TPS3R yang dikelola masyarakat.
Tahun ini terdapat 21 TPS3R dengan rata-rata pengelolaan sampah 44,42 ton per hari, meningkat dibandingkan 2024 yang hanya memiliki 19 TPS3R dengan rata-rata 31,07 ton per hari.
TPS3R ini ditetapkan melalui SK kepala desa atau lurah sebagai bagian dari desentralisasi pengelolaan sampah.
| Baru Beroperasi Selama 11 Hari , Tempat Wisata Mikutopia Sudah Setor PAD Rp 352 Juta ke Pemkot Batu |
|
|---|
| Respons Manajemen Mikutopia Kota Batu Terkait Insiden Pahit: Wahana Rusak hingga Wisatawan Pingsan |
|
|---|
| Pemkot Batu Terapkan Kombinasi WFO dan WFH, Kurangi Rapat Tatap Muka dan Pembatasan Perjalanan Dinas |
|
|---|
| Kasus Jual Beli Kios Pasar Among Tani: Setelah Periksa 5 ASN, Kejari Batu Panggil 12 Pedagang |
|
|---|
| Sedang Diusut Kejari, Ada Dugaan Anggota DPRD Kota Batu Punya Kios di Pasar Induk Among Tani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Persoalan-sampah-menjadi-konsen-Pemkot-Batu-di-tahun-2026-mendatang-KOTA-BATU.jpg)