Jumat, 17 April 2026

Kota Batu

Kolaborasi Kota Batu dengan Universitas Jepang dan UB Malang, Hilirisasi Riset Pertanian-Pariwisata

Wali Kota Nurochman, mengatakan kolaborasi internasional harus diarahkan pada hilirisasi riset yang berdampak nyata bagi masyarakat

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
KOLABORASI - Pemkot Batu buka peluang kolaborasi internasional melalui penjajakan kerja sama riset dengan Graduate School of International Development Nagoya University (GSID) Jepang dan Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (UB), Rabu (18/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Peluang kolaborasi antara Pemkot Batu dengan Graduate School of International Development Nagoya University (GSID) Jepang dan Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (UB) Malang
  • Wali Kota Nurochman, mengatakan kolaborasi internasional harus diarahkan pada hilirisasi riset yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor pertanian dan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi di Kota Batu

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Pemkot Batu membuka peluang kolaborasi internasional melalui penjajakan kerja sama riset dengan Graduate School of International Development Nagoya University (GSID) Jepang dan Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Pertemuan kedua belah pihak telah dilakukan di Gedung Bina Praja, Rumah Dinas Wali Kota Batu, Rabu (18/2/2026).

Wali Kota Nurochman, mengatakan kolaborasi internasional harus diarahkan pada hilirisasi riset yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor pertanian dan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi di Kota Batu.

Lanjutnya, kerja sama tidak cukup berhenti pada forum akademik, melainkan harus melahirkan model yang bisa direplikasi dan diintegrasikan dalam kebijakan daerah.

Baca juga: Gate Parkir Alun-alun Kota Batu Jadi Program yang Dinilai Lambat dalam RKPD 2027

“Kami berharap program ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar menghadirkan kontribusi konkret."

"Kolaborasi riset harus menjawab kebutuhan daerah dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Nurochman kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (18/2/2026).

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan perangkat daerah terkait sejak tahap perencanaan agar sinergi lintas sektor dapat terbangun sejak awal.

Pengiriman Mahasiswa

Dengan demikian, hasil kajian dan rekomendasi akademik dapat langsung diterjemahkan menjadi program yang implementatif.

Dalam kesempatan itu, Prof Isamu Okada menyampaikan kunjungan tersebut merupakan bagian dari penjajakan program pengiriman mahasiswa magister (S2) sebanyak 15–20 orang yang direncanakan berlangsung pada September mendatang.

“Harapan kami program ini menjadi ruang pembelajaran bersama antara akademisi Jepang dan Pemerintah Kota Batu dalam mengembangkan model pembangunan berbasis potensi lokal,” ujar Prof Isamu Okada.

Dalam pertemuan dengan Wali Kota Batu, Tim GSID memaparkan sejumlah praktik di Jepang yang berpotensi diadaptasi, di antaranya konsep ‘Michi no Eki’ yakni fasilitas terpadu di tepi jalan utama yang berfungsi sebagai rest area sekaligus pusat promosi produk lokal dan UMKM.

Selain itu, disampaikan pula praktik penguatan pertanian berbasis pengalaman wisata (experiential tourism), hingga pengemasan komoditas unggulan seperti mangga premium di Prefektur Miyazaki yang memiliki standar kualitas tinggi dan nilai jual eksklusif.

Model tersebut dinilai relevan untuk dikaji lebih lanjut mengingat Kota Batu memiliki karakter pertanian hortikultura dan destinasi wisata yang kuat.

Ke depan penjajakan ini akan ditindaklanjuti melalui perumusan rencana kerja bersama yang lebih teknis dan terukur.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved