Sabtu, 23 Mei 2026

Kota Batu

Rupiah Lemah, DPRD Kota Batu Minta Pemerintah Pusat Ambil Langkah Selamatkan Petani dan Peternak

Rupiah Lemah, DPRD Kota Batu Minta Pemerintah Pusat Ambil Langkah Selamatkan Petani dan Peternak

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
RUPIAH MELEMAH - Soal kondisi rupiah melemah, Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, menilai baiknya pemerintah segera mengambil langkah agar peternak dan dan petani tidak semakin merugi. Sudah dua bulan ini, petani dan peternak merasakan kerugian akibat naiknya harga pakan ternak, naiknya bahan baku pertanian impor, hingga kemasan plastik yang juga ikut naik. 

Ringkasan Berita:
  • Nilai tukar rupiah lemah terhadap dolar Amerika Serikat berpengaruh pada para petani dan peternak di Kota Batu
  • Harga pakan ternak, bahan baku pertanian impor, hingga kemasan plastik naik
  • Penyebabnya karena sektor pertanian dan peternakan menjadi bidang yang sangat rentan terhadap fluktuasi kurs dolar lantaran sebagian besar komponen produksi masih bergantung pada bahan impor

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpengaruh pada masyarakat di desa, khususnya para petani dan peternak di Kota Batu dalam dua bulan terakhir.

Saat ini didapati harga pakan ternak, bahan baku pertanian impor, hingga kemasan plastik naik.

Penyebabnya karena sektor pertanian dan peternakan menjadi bidang yang sangat rentan terhadap fluktuasi kurs dolar lantaran sebagian besar komponen produksi masih bergantung pada bahan impor.

Hal itu memicu lonjakan biaya produksi di tengah harga hasil panen dan komoditas peternakan yang cenderung turun.

Terkait kondisi ini, Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, menilai baiknya pemerintah segera mengambil langkah agar peternak dan dan petani tidak semakin merugi.

Baca juga: Dolar Naik, Produsen Keripik Tempe Sanan Kota Malang Menjerit, Harga Kedelai dan Plastik Ikut Naik

“Tentunya kalau kondisi ini terus berlangsung, biaya produksi akan terus naik sementara harga jual hasil produksi tidak ikut naik."

"Maka petani dan peternak akan merugi. Kalau petani dan peternak rugi, otomatis perputaran ekonomi ikut melambat."

"Ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah,” kata Ludi Tanarto kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, persoalan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar merupakan persoalan ekonomi nasional, sehingga dalam mencari solusi untuk penyelesaian tidak hanya dibebankan kepada pemerintah daerah saja, melainkan juga harus lewat Pemerintah pusat.

Namun, meski demikian, Pemkot Batu tetap dapat meringankan beban petani maupun peternak dengan membeli stimulus di tingkat daerah.

“Saat ini yang sudah berjalan program subsidi jagung bagi peternak melalui Bulog."

"Harga yang diperoleh lebih murah dibanding harga pasar."

"Di pasaran jagung Rp 6.700 sedangkan di Bulog sekitar Rp 5.000."

"Dengan selisih segini saja sudah bisa membantu menekan biaya produksi,” ujarnya.

Sayangnya, pemberian stimulus seperti jagung bersubsidi ini banyak dirasakan sektor peternakan, sedangkan sektor pertanian masih perlu dukungan lebih dari pemerintah.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved