Jumat, 8 Mei 2026

Kota Batu

Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka Kamis 7 Mei 2026, Setelah Ditutup Setengah Tahun

Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka Kamis 7 Mei 2026, Setelah Ditutup Setengah Tahun

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Eko Darmoko
PENDAKIAN - Situasi jalur pendakian Gunung Arjuno via Tretes Pasuruan. Seiring dengan cuaca ektrem, jalur pendakian ke Arjuno-Welirang ditutup. Kini, pendakian sudah dibuka mulai Kamis 7 Mei 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Mulai Kamis (7/5/2026), aktivitas pendakian di kawasan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang dibuka
  • Sebelumnya, aktivitas mendaki ditutup sejak enam bulan lalu karena pemulihan ekosistem kawasan hutan Tahura Raden Soerjo dan cuaca ekstrem
  • Keputusan kembali dibukanya aktivitas pendakian usai melihat hasil evaluasi di lapangan yang memperlihatkan kondisi jalur pendakian aman untuk dilewati

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang kembali dibuka mulai Kamis (7/5/2026).

Sebelumnya, aktivitas mendaki gunung yang dapat diakses lewat Kota Batu itu, ditutup sejak enam bulan lalu karena pemulihan ekosistem kawasan hutan Tahura Raden Soerjo dan cuaca ekstrem.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini mengatakan, keputusan kembali dibukanya aktivitas pendakian usai melihat hasil evaluasi di lapangan yang memperlihatkan kondisi jalur pendakian aman untuk dilewati.

“Namun pembukaan ini tetap bersifat situasional dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan,” kata Agustiningtyas Marini kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (7/5/2026).

Marini menjelaskan, selama tidak ada pendakian pihak Tahura bersama relawan dan petugas melakukan pemantauan intensif terhadap jalur pendakian, termasuk pengecekan titik rawan longsor, pohon tumbang, hingga kondisi shelter dan sumber air di sepanjang jalur.

Baca juga: Pembangunan Real Estate di Lereng Gunung Arjuno-Welirang Ditolak RIbuan Warga Prigen Pasuruan

“Penutupan kemarin bukan hanya karena cuaca ekstrem, tapi juga untuk memberi waktu pemulihan bagi ekosistem kawasan konservasi,” jelasnya.

Sebelumnya, aktivitas pendakian seluruh jalur di Gunung Arjuno-Welirang ditutup sejak 16 November 2025 lalu.

Penyebabnya karena intensitas hujan tinggi disertai angin kencang dan kabut tebal terutama di jalur Tretes, Lawang, Purwosari, dan Kota Batu.

“Bagi yang akan mendaki diwajibkan melakukan registrasi secara daring melalui sistem resmi SPENERANG Tahura Raden Soerjo."

"Para pendaki harus melengkapi sejumlah persyaratan administrasi seperti identitas diri, surat keterangan sehat, serta mematuhi standar operasional pendakian yang telah ditetapkan,” terangnya.

Pihak Tahura mewanti-wanti bagi para pendaki untuk wajib mematuhi aturan yang berlaku.

Khususnya untuk menjaga keselamatan diri dan juga membuang sampah.

“Kami meminta seluruh pendaki menjaga kebersihan, tidak membuat api unggun sembarangan, dan tetap mematuhi kuota pendakian."

"Keselamatan dan kelestarian alam menjadi prioritas utama."

"Termasuk soal kondisi cuaca pegunungan yang dapat berubah sewaktu waktu meski jalur pendakian telah dinyatakan dibuka,” ujarnya.

Baca juga: Pendakian Gunung Semeru Resmi Dibuka Mulai 24 April 2026, Batas Pendakian Sampai Ranu Kumbolo

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved