Jumat, 15 Mei 2026

Kota Batu

Sekda Ideal Kota Batu dan Sulitnya Mencari Pansel yang Objektif Menurut Analisis Sosial Politik UMM

Selter Sekda Kota Batu sampai saat ini masih bergulir. Dari 10 kandidat yang mendaftar, kini tersisa enam

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
SELEKSI SEKDA - Suasana Balai Kota Among Tani Kota Batu. Enam calon Sekda Kota Batu mengikuti asesmen manajerial dan sosial kultural (Mansoskul) di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (11/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dari 10 kandidat yang mendaftar, kini tersisa enam calon Sekda Kota Batu
  • Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Bapenda Mohammad Nur Adhim, Kepala Bakesbangpol Akhmad Dahlan, Kepala Kepala Disperkim Arief As Siddiq, Kepala Bapelitbangda Bangun Yulianto, dan Inspektur Endro Wahjudi

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Seleksi Terbuka (Selter) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu sampai saat ini masih bergulir.

Dari 10 kandidat yang mendaftar, kini tersisa enam calon Sekda.

Enam calon itu ialah Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Bapenda Mohammad Nur Adhim, Kepala Bakesbangpol Akhmad Dahlan, Kepala Kepala Disperkim Arief As Siddiq, Kepala Bapelitbangda Bangun Yulianto, dan Inspektur Endro Wahjudi.

Bicara soal sosok Sekda ideal dan seleksi Sekda yang ‘bersih’, Analis Sosial Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof Dr Wahyudi Winarjo MSi menilai, Sekda wajib memiliki catatan bersih selama menjabat di lingkungan Pemkot Batu maupun dalam kehidupan di luar pekerjaan.

“Sekda tentunya punya track record yang bersih, berpengalaman, memiliki jiwa pengabdian yang tinggi, serta memiliki komitmen, loyalitas, dan integritas yang tidak diragukan lagi,” kata Prof. Wahyudi Winarjo kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (14/5/2026).

Berdasarkan ‘head to head’ yang berkembang, dari enam calon ini, Alfi Nurhidayat dan Adhim disebut-sebut menjadi calon terkuat.

Ini tak lepas dari sepak terjang keduanya. Alfi unggul sebagai sosok pejabat yang merakyat dan sat set dalam segala medan.

Mengingat sebelum menjadi Kepala Dinas Pendidikan, ia menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR yang terbiasa ditempa di lapangan.

Sedangkan Adhim yang menjabat sebagai Kepala Bapenda dinilai menguasai soal pengelolaan pendapatan, khususnya dalam memungut pajak daerah dan retribusi.

“Mas Alfi adalah salah satu ASN yang memiliki komitmen, loyalitas dan integritas yang tinggi baik kepada pimpinan maupun lembaga dimana dia mengabdi di dalamnya,” ujarnya.

Sementara bicara soal Panitia Seleksi (Pansel) yang ‘bersih’ dan obyektif dalam rangkaian Selter, tanpa ada relasi kedekatan atau kekerabatan dengan kandidat, Wahyudi tak menampik jika hal itu sulit diwujudkan.

“Untuk tradisi Indonesia mendapatkan personalia Pansel yang benar benar tidak terhubung dengan para kandidat itu tidak mudah."

"Apalagi jika areanya sempit seperti di Malang ini. Oleh sebab itu semua kembali ke pilihan komitmen pribadi para Pansel serta pemegang kekuasaan itu sendiri."

"Mereka harus sekuat mungkin menghindari conflict of Interest (benturan kepentingan,red) dalam menjalankan amanahnya,” jelasnya.

Sebelumnya enam kandidat Sekda telah menjalani asesmen manajerial dan sosial kultural (Mansoskul) di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (11/5/2026) lalu,

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved