Kamis, 7 Mei 2026

Banyuwangi

Produksi Pertanian di Banyuwangi Meningkat Berkat Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Program ketahanan pangan yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto, telah dirasakan oleh petani di Kabupaten Banyuwangi

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
DIALOG - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berdialog bersama para petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), di area persawahan Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Rabu (24/9/2025). Dalam dialog itu para petani mengaku lega karena saat ini tidak kesulitan pupuk. 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Program-program ketahanan pangan yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto, telah dirasakan oleh petani di Kabupaten Banyuwangi.

Tidak hanya itu, program-program tersebut juga turut mendongkrak produksi pertanian di kabupaten yang dikenal menjadi salah satu lumbung pangan nasional tersebut.

Ini terungkap saat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berdialog bersama para petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), di area persawahan Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Rabu (24/9/2025).

Dalam dialog itu para petani mengaku lega karena saat ini tidak kesulitan pupuk.

Selain itu harga gabah kering panen di pasaran terjaga, bahkan naik melebihi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram.

“Alhamdulilah Ibu Bupati, di masanya bapak Presiden Prabowo yang sekarang pupuk lancar."

"Harga gabah juga tinggi. Hari ini harganya berkisar di Rp 7.300," kata Buniman, perwakilan Gapoktan Desa Mangir.

Baca juga: Rute Surabaya Kembali Dibuka, Lion Group Jajaki Penerbangan Banyuwangi ke Lombok dan Malaysia

Buniman menyebut, luas lahan pertanian di Desa Mangir mencapai 400 hektare.

Potensi panennya sangat besar, dengan produktivitas sekitar 6 ton gabah per hektare atau sekitar 2.400 ton gabah dari keseluruhan panen.

Petani lainnya, Effendi dari Gapoktan dari Desa Gladag juga berterima kasih pada Ipuk karena desanya mendapat bantuan drone pertanian untuk penyemprotan lahan. Bantuan ini bermanfaat bagi petani karena menekan biaya operasional.

“Alhamdulillah berkat bantuan ibu, yang dulu petani kalau penyemprotan hama butuh waktu setengah hari, sekarang hanya 20 menit,” kata Effendi.

Effendi berterima kasih pada Ipuk, karena telah dibantu mendapat combine harvester mesin panen padi, sehingga proses panen menjadi lebih cepat dan mampu meningkatkan nilai ekonomis panen padi.

Ipuk Fiestiandani bersyukur berbagai program ketahanan paik baik dari pemerintah pusat dan daerah telah dirasakan manfaatnya oleh para petani. Produksi pertanian di Banyuwangi juga terus terjaga bahkan meningkat.

"Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan provinsi serta seluruh pihak yang terlibat. Ini semua juga berkat kerja keras dari para petani," kata Ipuk.

Saat ini Banyuwangi suprlus padi dan masuk lima besar penyumbang padi terbesar di Jawa Timur. Produksi tanaman holtikultura seperti buah naga, jambu, dan lainnya juga meningkat.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved