Jumat, 8 Mei 2026

Bondowoso

Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Induk Bondowoso Naik Hingga Rp 90 Ribu, Efek dari Program MBG

Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Bondowoso meroket hingga Rp 90 ribu per kilogram, Kamis (11/12/2025).

Tayang:
Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM
CABAI RAWIT - Toko sayur di Pasar Induk Bondowoso yang menjual cabai rawit, Kamis (11/12/2025). Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Bondowoso meroket hingga Rp 90 ribu dalam dua hari terakhir. 

Ringkasan Berita:
  • Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Bondowoso meroket hingga Rp 90 ribu per kilogram, Kamis (11/12/2025)
  • Kenaikan harga cabai rawit ini sudah terjadi sejak dua hari terakhir. Menurut Risniati, pemilik toko sayuran Andungsari di Pasar Induk Bondowoso, kenaikan tak langsung melonjak signifikan

Laporan Sinca Ari Pangistu

SURYAMALANG.COM, BONDOWOSO - Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Bondowoso meroket hingga Rp 90 ribu per kilogram, Kamis (11/12/2025).

Kenaikan harga cabai rawit ini sudah terjadi sejak dua hari terakhir.

Menurut Risniati, pemilik toko sayuran Andungsari di Pasar Induk Bondowoso, kenaikan tak langsung melonjak signifikan.

Melainkan naik secara berangsur-angsur dari Rp 30 ribu per kilogram.

Kemudian naik lagi menjadi Rp 70 ribu per kilogram 4 hari lalu.

"Sekarang Rp 90 kilogram, sudah dua hari ini," jelasnya.

Baca juga: Makelar Akhirat dari Bondowoso Galang Donasi untuk Korban Banjir Sumatera, Bikin Atraksi Paralayang

Ia memperkirakan kondisi naiknya ini terjadi karena sejak ada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pasalnya, dapur MBG biasanya membeli dalam jumlah banyak.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas wortel yang naik hampir 150 persen, yakni Rp 20 ribu per kilogram. Biasaya, Rp 8.000 per kilogram.

Bawang merah pun naik, dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, naik Rp 60 ribu per kilogram.

Cabai merah besar pun naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram.

"Itu karena MBG, MBG kan belinya pas kan beli semua," ujarnya.

Kondisi naiknya cabai rawit ini, kata Risniati, juga diprediksinya terjadi karena cuaca yang berpengaruh pada pertanian petani.

"Cuaca juga ini," terangnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved