Kamis, 23 April 2026

Pembunuhan Mahasiswi UMM

Tabiat Kontras Bripka AS Si Arogan yang Duda 3 kali dan Suyitno yang Tak Neko -Neko

Warga yang tinggal di lingkungan tempat tinggal masing-masing pelaku pembunuhan itu menggambarkan sikap sehari-hari keduanya yang kontras.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Luhur Pambudi
KONTRAS - Dua orang pelaku pembunuhan mahasiswi UMM, Faradila Amalia Njawa atau FAN (21), yakni Bripka Agus Suleman (Bripka AS) dan Suyitno telah ditahan di Mapolda Jatim. Keduanya memiliki latar belakang sosial ekonomi dan tabat yang kontras, saling bertolak belakang 

Laporan: Ahsan Faradisi/Luhur Pambudi

Ringkasan Berita:
  • Kasus pembunuhan mahasiswi UMM, Faradila Amalia Njawa atau FAN (21) sudah mengarah kepada dua orang pelaku yakni Bripka Agus Suleman (Bripka AS) dan Suyitno.
  • Bripka AS dan Suyitbo memiliki sikap dan latar belakang sosial ekonomi yang bertolak belakang
  • Bripka AS, anggota Polsek Krucil dikenal arogan dengan sosial ekonominya yang elit karena memiliki mertua sultan
  • Suyitno seorang pekerja serabutan dari keluarga sederhana di Krucil dikenal memiliki sifat yang tak neko neko

 


SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO  - Kasus pembunuhan mahasiswi UMM, Faradila Amalia Njawa atau FAN (21) sudah mengarah kepada dua orang pelaku yakni Bripka Agus Suleman (Bripka AS) dan Suyitno.

Sosok dua orang pelaku yang sudah ditangkap itu diketahui memiliki tabiat yang bertolak belakang.

Warga yang tinggal di lingkungan tempat tinggal masing-masing pelaku pembunuhan itu menggambarkan sikap sehari-hari keduanya yang kontras.

Baca juga: Peran Bripka AS dan Suyitno dalam Pembunuhan Mahasiswi UMM Masih Tertutup, Hubungan Keduanya Dikulik

Bripka AS yang sudah ditetapkan sebagai tersangka digambarkan sebagai sosok dengan karakter negatif.

Sementara Suyitno dikenal oleh warga sekitar tempat tinggalnya sebagai sosok yang tidak neko-neko.

Sosok Bripka AS, anggota Provost Polsek Krucil, Probolinggo sikapnya di kalangan kepolisian maupun di kalangan masyarakat dikenal sebagai orang yang arogan.

 

Dalam kasus inipun, ia tega menghabisi korban yang merupakan adik iparnya.

Bripka AS adalah suami Husnawiyah, kakak dari korban Faradila (FAN).

Sebelum menikah dengan kakak kandung FAN (21), Bripka AS ternyata sudah menduda 3 kali.

"Pelaku (Bripka AS) nikah dengan kakak korban ini pas jadi duda 3 kali. Menikah dengan Husna pas posisi Husna masih perawan," kata Felani (32) sopir pribadi keluarga FAN, Kamis (18/12/2025).

"Setahu saya, sebelum dipindah ke Polsek Krucil, dia (Bripka AS) ini tugas di Polsek Tiris. Tidak tahu karena masalah apa, makanya dipindah," imbuhnya.

Felani menilai kelakuan Bripka AS sudah di luar akal dan tidak memiliki rasa syukur. 

Bripka AS selama ini sudah diberikan berbagai fasilitas oleh mertuanya, namun kini justru membunuh adik iparnya sendiri.

"Abah (Mertua Bripka AS) kalau di desa memang dikenal sultan. Karena banyak usahanya seperti dagang sembako, material bangunan, travel dan truk hingga jual beli tanah," tutur Felani.

Sementara kerabat korban, Agus Subiyanto menyebut setelah menikah dengan istrinya atau kakak kandung korban, Bripka AS dikaruniai 1 orang anak dan istrinya kini sedang hamil.

"Kalau tidak salah itu menikah sudah hampir 4 tahun. Kalau Bripka AS ini orang Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, yang informasinya orang tuanya jual gorengan," ujar Agus.

Sedangkan di kalangan kepolisian, Bripka AS ini dikenal memiliki kepribadian arogan. 

"Kalau dengar dari omongan ke omongan, katanya mantan anggota Brimob, makanya arogan. Selain itu, Bripka AS ini tidak hanya teman polisinya, teman luar yang bukan polisi juga menyebutnya PK (Penjahat Kelamin)," ujar seorang polisi yang enggan disebut namanya.

"Bahkan dulu pernah ada konflik sama saya, karena menjalin hubungan dengan mantan saya dan saya diminta untuk tidak menghubungi mantan saya lagi. Katanya sih karena dia terlanjur sayang," pungkasnya.

Baca juga: Ipar Adalah Maut, Polisi Bripka AS Habisi Nyawa Mahasiswi UMM, Polda Jatim Buru Sosok Pelaku Lain

 

Suyitno Hanya Pekerja Serabutan

Berbeda dengan Bripka AS yang dikenal memiliki tabiat negatif dan posisi sosial ekonomi yang mentereng, pelaku kedua, Suyitno yang ditangkap polisi pada Jumat (19/12/2025) kondisinya bertolak belakang.

Suyitno merupakan warga Blok Duren, Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Tetangga Suyitno, Muhammad Azwar menyebut jika keseharian Suyit hanya bekerja serabutan, semua kerjaan pasti diambil, mulai dari bertani, jual durian, hingga jadi hansip dan sopir.

"Perekonomiannya juga menengah ke bawah, kasihan pokoknya. Banyak yang tidak menyangka, apalagi dia punya anak dua dan satunya masih kecil," ujar Azwar.

Baca juga: Breaking News Inilah Tampang Warga Sipil yang Bantu Bripka Agus Suleman Habisi Nyawa Mahasiswi UMM

Tertangkapnya Suyit sebagai pelaku kedua kasus pembunuhan FAN (21) Mahasiswi asal Desa/Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo itu membuat geleng kepala warga di lingkungannya.

Mengingat warga mengenal Suyit sebagai orang yang tak pernah neko-neko dan tidak pernah terlibat masalah hukum sebelumnya.

Namun kini ia malah terlibat kasus pembunuhan bersama dengan Bripka AS.

"Tidak ada yang menyangka pas dengan kabar kalau pelaku kedua ini dia (Suyitno). Di sini memang dikenal orang biasa, kemungkinan kalau terlibat ya pasti karena diiming-imingi sama pelaku utama (Bripka AS)," kata 

"Kalau dari informasi warga desa, Suyit ini memang akrab sama dia (Bripka AS). Akrabnya itu karena gara-gara bisnis pupuk," pungkas Azwar.

Sejauh ini belum diketahui apa dan bagaimana peran Bripka AS maupun Suyitno dalam pembunuhan FAN.

Polisi masih mendalami keterangan keduanya sebelum mengungkap peran keduanya dalam kematian FAN.

 

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved