Banyuwangi
207 Ribu Penumpang Kereta Api Naik-Turun di Banyuwangi Selama Libur Nataru, KAI Siapkan KA Baru
Data KAI Daop 9 Jember mencatat, jumlah penumpang naik turun di seluruh stasiun wilayah Banyuwangi mencapai 207.586 penumpang hingga 4 Januari 2026
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Jumlah penumpang kereta api yang naik-turun di kabupaten Banyuwangi selama libur Natal dan tahun baru 2025/2026 mencapai 207.586 penumpang dalam rentang 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026
- Stasiun yang jadi favorit para penumpang untuk naik turun di Banyuwangi adalah Stasiun Banyuwangi Kota (62 ribu penumpang), dan Stasiun Ketapang (53 ribu penumpang),
- KAI tengah mengkaji dan mempersiapkan penambahan kereta api baru yang akan menghubungkan Banyuwangi dengan kabupaten/kota lain di Pulau Jawa.
SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Wisata Kabupaten Banyuwangi yang bergeliat selama libur panjang Natal dan tahun baru 2025/2026 berdampak pada banyak sektor.
Hal tersebut salah satunya terbukti dari singnifikannya jumlah penumpang kereta api yang naik-turun di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
Tingginya jumlah penumpang di Banyuwangi membuat PT KAI mempeetimbangkan untuk mengoperasikan KA baru yang menghubungkan kota lain ke Banyuwangi.
Baca juga: Arus Balik Nataru 2025/2026 Meningkat, 25 Ribu Lebih Penumpang Tiba di Wilayah KAI Daop 8 Surabaya
Data KAI Daop 9 Jember mencatat, jumlah penumpang naik turun di seluruh stasiun wilayah Banyuwangi mencapai 207.586 penumpang dalam rentang 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
"Jumlah itu setara dengan 49 persen dari total penumpang selama masa angkutan Natal dan tahun baru berangkat dan tiba di wilayah KAI Daop 9," kata Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro di Stasiun Banyuwangi Kota, Selasa (6/1/2026).
Jika dirinci, stasiun yang menjadi favorit para penumpang untuk naik turun di Banyuwangi adalah Stasiun Banyuwangi Kota (62 ribu penumpang), Stasiun Ketapang (53 ribu penumpang), dan Stasiun Kalistail (39 ribu penumpang).
Berikutnya disusul Stasiun Rogojampi (32 ribu penumpang), Stasiun Kalibaru (10 ribu penumpang), dan Stasiun Temuguruh (8 ribu penumpang).
Sementara kereta api yang menjadi vaforit penumpang tujuan dan dari Banyuwangi ada beberapa jenis.
Untuk kategori public service obligation (PSO), kereta yang paling diminati adalah KA Sri Tanjung relasi Banyuwangi-Yogyakarta dan KA Probowangi relasi Surabaya-Banyuwangi.
"Sementara untuk KA jarak jauh komersial yang cukup favorit antara lain KA Blambangan Ekspres relasi Jakarta-Banyuwangi dan KA Wijayakusuma relasi Banyuwangi-Cilacap," ujar Cahyo.
Kereta Api Favorit penumpang ke dan dari Banyuwangi :
- KA Sri Tanjung , relasi Banyuwangi-Yogyakarta
- KA Probowangi, relasi Surabaya-Banyuwangi.
- KA Blambangan Ekspres , relasi Jakarta-Banyuwangi
- KA Wijayakusuma , relasi Banyuwangi-Cilacap
Kaji Operasional KA Baru ke Banyuwangi
Cahyo mengakui, faktor wisata Banyuwangi yang bergeliat turut berpengaruh terhadap pertumbuhan penumpang KAI wilayah Daop 9 selama libur Nataru.
"Memang Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi wisata yang cukup tinggi, terutama pada momentum libur Natal dan tahun baru. Hal ini berpengaruh terhadap tingginya minat masyarakat untuk mengakses Banyuwangi menggunakan transportasi kereta api," sambung Cahyo.
Maka dari itu, KAI juga tengah mengkaji dan mempersiapkan penambahan kereta api baru yang akan menghubungkan Banyuwangi dengan kabupaten/kota lain di Pulau Jawa.
"Berdasarkan data, terjadi pertumbuhan penumpang sekitar 11 persen, sementara pertumbuhan kapasitas tempat duduk hanya sekitar 5–7 persen. Hal ini menunjukkan masih adanya peluang pasar yang dapat dikembangkan," ucap dia.
Selama Nataru 2025/2026, perjalanan kereta api selama Nataru di wilayah Daop 9 sebanyak 26 perjalanan. Itu terdiri dari 24 KA regular dan 2 KA tambahan.
"Sekitar 80 persen perjalanan KA tersebut berawal atau berakhir di Kabupaten Banyuwangi," ujarnya. (fla)
| Macet di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Belum Berakhir, Anggota TNI Diterjunkan Urai Kemacetan |
|
|---|
| Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Belum Terurai, Pengguna Jasa Merugi dan Mengeluh |
|
|---|
| Akar Masalah Macet Ketapang-Gilimanuk: 56 Kapal Tersedia, Kapasitas Dermaga Hanya untuk 28 Armada |
|
|---|
| Pantauan Macet Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Makin Panjang, Ekor Kendaraan Capai 15 Km |
|
|---|
| Kemacetan Terparah Pasca-Lebaran 2026: Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Tembus 15 Km |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/penumpang-KA-di-banyuwangi.jpg)