Super Flu
Kasus Superflu Masuk Jatim, Gubernur Khofifah Imbau Masyarakat Tak Panik Tapi Waspada
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat tak panik terhadap perkembangan virus influenza A (H3N2) atau superflu yang terdeteksi sudah masuk Jatim
- Khofifah menyebut Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025.
- Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat tak panik terhadap perkembangan virus influenza A (H3N2) atau superflu.
Ia menyebut penyebaran super flu di Jatim dalam kondisi terkendali.
Baca juga: Waspada Super Flu, DPRD Jatim Minta Pemprov Optimalkan Kewaspadaan
Berdasarkan pemeriksaan dari 88 sentinel ILI SARI di seluruh Indonesia yang diperiksa di laboratorium kesehatan masyarakat serta laboratorium rujukan berstandar biosafety level 3 (BSL-3), hingga akhir Desember tercatat total 62 kasus di delapan provinsi termasuk Jatim.
Hasil surveilans dan pemeriksaan laboratorium rujukan Kementerian Kesehatan RI menunjukan, situasi influenza A (H3N2) subclade K di Jatim dan di Indonesia masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lainnya.
“Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa virus influenza A (H3N2) subclade K tidak berbahaya dan tidak mematikan. Di Jawa Timur, kondisi ini masih terkendali dengan baik,” kata Khofifah, Selasa (6/1/2026).
“Munculnya varian ini merupakan hal yang wajar dalam perkembangan virus influenza dan terus dipantau oleh para ahli melalui pemantauan ilmiah. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” imbunya.
Baca juga: Terkait Super Flu, Dinkes Kota Batu Sebut Belum Ada Laporan
Pemantauan di Malang
Meskipun terkendali, Gubernur Khofifah menjelaskan, pengamatan (surveilans) virus tersebut terus dilakukan.
Salah satunya adalah melalui site sentinel Influenza Like Illness (ILI) di Puskesmas Dinoyo Kota Malang dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang.
ILI didefinisikan sebagai penderita dengan demam lebih dari 38 derajat Celcius yang disertai batuk dan gejala timbul kurang dari 10 hari, sedangkan SARI merupakan sindrom pernapasan akut berat.
Hasil tersebut secara rutin dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya, yang kemudian diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (Biokes) Jakarta untuk pemeriksaan Whole Genome Sequencing.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025.
Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.
"Seluruh temuan ini menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat kewaspadaan dini, terutama melalui pemantauan kasus ISPA di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Baca juga: Kasus Super Flu Belum Menjalar di Kota Malang, Dinkes Imbau Warga Tidak Panik dan Tetap Waspada
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-masker-2.jpg)