Sekolah Rakyat Jatim
Jawa Timur Akan Punya 19 SR Terintegrasi SD SMP dan SMA, Target Mulai Pembelajaran TA 2026/2027
Sebanyak 19 titik SR di 19 kabupaten kota di Jatim yang akan terintegrasi untuk jenjang SD, SMP dan SMA dalam satu lokasi itu segera dibangun
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Jawa Timur akan memiliki 19 Sekolah Rakyat (SR) terintegrasi baru di tahun 2026.
- Sebanyak 19 titik SR yang tersebar di 19 kabupaten kota di Jatim yang akan terintegrasi untuk jenjang SD, SMP dan SMA dalam satu lokasi akan dibangun oleh Kementerian PU
- Jika ditotal, nantinya akan ada 17.100 siswa baru yang akan ditampung di 19 titik baru SR Jatim
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Jawa Timur akan memiliki 19 Sekolah Rakyat (SR) terintegrasi baru di tahun 2026.
Sebanyak 19 titik SR itu tersebar di 19 kabupaten kota di Jatim yang akan terintegrasi untuk jenjang SD, SMP dan SMA dalam satu lokasi.
Lokasi Sekolah Rakyat terintegrasi itu disiapkan untuk dibangun oleh Kementerian PU.
Salah satu SR terintegrasi yang akan dibangunitu ada di kota Malang, yakni di Jalan Mayjen Sungkono di Kecamatan Kedungkandang.
Sementara di kabupaten Malang, akan dibangun di Desa Srigonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang.
“Sebanyak 19 lokasi itu sebenarnya adalah lahan pemerintah kabupaten- kota yang dihibahkan untuk pembangunan SR. Pembangunannya dilakukan Kementerian PU dengan target bisa digunakan pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027,” tegas Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Jawa Timur Firdaus Sulistyawa, pada SURYAMALANG.COM, Minggu (18/1/2026).
Baca juga: Geliat Sekolah Rakyat Menengah Pertama 14 Kota Batu, Kini Memiliki 149 Siswa Terbagi dalam 6 Kelas
Rincian Lokasi 19 SR Terintegrasi Jatim
Selain di kota dan Kabupaten Malang, detail untuk 19 lokasi SR terintegrasi jenjang SD SMP dan SMA tersebut yaitu di Desa Taddan Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, di desa Plosokidul Kabupaten Kediri, Desa Raci Tengah Sidayu Kabupaten Gresik, Kelurahan Lirboyo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, dan Desa Karang Tengah Kecamatan Prandon Kabupaten Ngawi.
Berikutnya, Desa Blambangan Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, Desa Pancakarya Kecamatan Ajum Kabupaten Jember, UPT Diklat Pertanian Balong Gebang Kabupaten Ngawi, dan Kelurahan Mondokan Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban.
Selain itu Kelurahan Lames Kecamatan Madiun, Kelurahan Sidoarjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan, Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar, serta Kedung Cowek Kota Surabaya.
Dan di Desa Denanyar Kabupaten Jombang, Desa Gondang Kecamatan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan dan Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek.
Baca juga: Proses Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk Sudah Memasuki Tahap Dua
Jumlah Siswa SR
Di setiap titik, SR tersebut akan menampung 900 siswa dengan rincian tiga rombongan belajar (Rombel), setiap kelas, dan setiap rombel terdiri dari 25 siswa.
Sehingga jika ditotal akan ada 17.100 siswa baru yang akan ditampung di 19 titik baru SR.
“Nanti jika bangun ini sudah selesai maka siswa di 26 SR itu akan dipindahkan ke SR terintegrasi ini. Karena memang di SR yang saat ini beroperasi itu kan sistemnya pinjam pakai gedungnya, dan hanya bisa untuk satu angkatan,” tegasnya.
Pemindahan siswa diupayakan ke SR terintegrasi terdekat. Dengan harapan siswa tidak terlalu jauh berpindah dari asrama saat ini ke asrama yang baru.
Baca juga: Ini Lahan Calon Gedung Sekolah Rakyat, Pemkab Lamongan Tunggu Persetujuan Pemerintah Pusat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Asrama-Sekolah-Rakyat-SR-Surabaya-18012026.jpg)