Senin, 25 Mei 2026

Gresik

Polres Gresik Amankan Ribuan Pil Koplo dari Rumah Kontrakan di Tlogopojok

Ribuan pil dobel L atau pil koplo diamankan dari sebuah rumah kontrakan di Jalan Gubernur Suryo, Tlogopojok, Gresik

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
PIL KOPLO - Kasatresnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani (kiri) bersama anggotanya mengangkat sejumlah barang bukti pil dobel L atau pil koplo. Ribuan barang haram itu, didapatkan dari sebuah rumah kontrakan di Tlogopojok. 
Ringkasan Berita:
  • Polres Gresik mengamankan ribuan pil dobel L atau pil koplo dari sebuah rumah kontrakan di Jalan Gubernur Suryo, Tlogopojok, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik
  • Total barang bukti yang diamankan adalah 1.169 butir pil logo LL, uang tunai Rp1,5 juta, satu unit handphone, tas selempang, serta plastik klip kosong yang diduga digunakan untuk mengemas pil

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Ribuan pil dobel L atau pil koplo diamankan dari sebuah rumah kontrakan di Jalan Gubernur Suryo, Tlogopojok, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.

Total ada 1.169 pil dobel L siap edar yang diamankan polisi.

Satu orang diamankan, berisinial KH berusia 33 tahun.

Kasat Resnarkoba Polres Gresik, AKP Ahmad Yani mengatakan, penangkapan berawal dari informasi adanya peredaran pil logo LL yang dilakukan pelaku.

Baca juga: Siswi di Gresik Jadi Korban Begal Payudara saat Berangkat Sekolah, Pelaku Ditangkap Polisi di Rumah

“Pelaku kami amankan saat berada di rumah kontrakannya."

"Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan ribuan butir obat keras pil logo LL,” ujar AKP Ahmad Yani kepada SURYAMALANG.COM.

Barang Bukti Lain yang Diamankan

Dalam pengungkapan tersebut, polisi lebih dulu mengamankan 64 butir pil dobel L yang diserahkan pelaku kepada seorang perempuan.

Pengembangan kemudian dilakukan hingga ditemukan barang bukti tambahan di lokasi.

“Total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 1.169 butir pil logo LL, uang tunai Rp1,5 juta, satu unit handphone, tas selempang, serta plastik klip kosong yang diduga digunakan untuk mengemas pil,” jelasnya.

AKP Ahmad Yani menegaskan, peredaran obat keras tanpa izin sangat berbahaya karena dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 435 dan/atau Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved