Minggu, 10 Mei 2026

Tulungagung

Ada Buah Busuk, Dinkes Tulungagung dapat Keluhan Terkait Menu MBG Selama Bulan Ramadhan

Dinkes Tulungagung Terima 2 Keluhan Terkait Menu MBG Selama Bulan Ramadan, Salah Satunya Buah Busuk

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
MENU MBG - Salah satu menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipertanyakan orang tua di Desa Sukoharjo, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur terdiri dari roti, jeruk, keripik tempe tepung, dan kacang polong goreng. 

Ringkasan Berita:
  • Parah, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Bulan Ramadhan banyak dikeluhkan orang tua siswa di Kabupaten Tulungagung
  • Media sosial dipenuhi unggahan aneka menu yang dianggap kurang layak
  • Menu yang diwujudkan dalam makanan kering, susu, dan buah ini dipertanyakan kandungan gizinya

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Bulan Ramadhan banyak dikeluhkan orang tua siswa di Kabupaten Tulungagung.

Media sosial dipenuhi unggahan aneka menu yang dianggap kurang layak.

Menu yang diwujudkan dalam makanan kering, susu, dan buah ini dipertanyakan kandungan gizinya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Mamik Hidayah, pihaknya selalu merespons setiap keluhan masyarakat yang disampaikan.

Dinas Kesehatan yang menjadi bagian Satuan Tugas Percepatan MBG, meneruskan keluhan masyarakat ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait.

Namun Dinkes hanya sebatas memberi rekomendasi, tidak bisa mengambil tindakan.

Baca juga: Dapat Pisang Layu, Wali Murid di Bondowoso Sebut Menu MBG Bukan Untuk Generasi Emas

“Misalnya ada menu yang terlalu asin, atau terlalu banyak tepung, kami sampaikan agar diganti,” ujar Mamik kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (25/2/2026).

Selama Ramadhan ini, ada dua keluhan yang masuk terkait menu kering yang diberikan SPPG, yaitu temuan buah busuk dan kacang koro yang asin.

Mamik mengatakan, kacang koro goreng itu disarankan diganti dengan edamame (kedelai) yang direbus.

Demikian juga keripik tempe, disarankan tempe asli yang tidak  banyak campuran tepungnya.

“Keripik tempe dengan banyak campuran tepung itu memang awet, tapi nilai gizinya kurang,” jelasnya.

Jika keluhan serupa terulang, maka Satgas Percepatan MBG akan mendatangi SPPG tersebut.

Terkait temuan roti polosan tanpa label Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Mamik mengaku belum ada aduan yang masuk.

Meski demikian, Mamik menegaskan pemberian bahan makanan jadi untuk MBG seperti roti, wajib ada PIRT.

Baca juga: Menu MBG di Tulungagung Terkesan Dipaksakan saat Ramadhan: Berisi Susu, Jeruk mentah dan Telur Asin

“Wajib PIRT, cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa. Jika ada aduan soal PIRT pasti akan kami tindaklanjuti,” katanya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved