Senin, 20 April 2026

Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Jatim Cek 71 Titik Early Warning System Saat Cuaca Ekstrem

BPBD Jawa Timur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dengan pengecekan 71 titik Early Warning System (EWS).

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM/FATIMATUZ ZAHROH
CUACA EKSTREM -Tim BPBD Jatim melakukan pengecekan pada perangkat EWS yang ada di sejumlah daerah di Jatim. Dokumentasi BPBD Jawa Timur 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Jatim melakukan pengecekan 71 titik Early Warning System di tengah meningkatnya potensi bencana. 
  • Pengecekan dimulai dari Banyuwangi hingga sejumlah daerah lain yang rawan banjir, longsor dan peringatan tsunami.

 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - BPBD Jawa Timur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dengan pengecekan 71 titik Early Warning System (EWS).

Pengecekan dilakukan di berbagai daerah rawan bencana mulai Banyuwangi hingga Pacitan.

EWS yang diperiksa meliputi deteksi banjir, longsor, dan sirine tsunami.

Langkah ini diambil untuk memastikan peringatan dini berjalan efektif bagi masyarakat.

Siaga Cuaca Ekstrem

BPBD Provinsi Jawa Timur meningkatkan kesiapsiagaan di tengah cuaca ekstrem

Selain menyiagakan personel, maraknya kejadian bencana pada musim cuaca ekstrem saat ini juga direspons BPBD Jatim dengan memperkuat peralatan Early Warning System (EWS).

Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menegaskan EWS saat ini telah tersebar di berbagai daerah di Jatim.

Dalam sepekan ini, kegiatan pengecekan EWS dimulai dari Kabupaten Banyuwangi, tepatnya EWS sirine tsunami di Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan Kec. Pesanggaran. 

Selain itu pengecekan EWS juga dilakukan di Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek hingga ke Pacitan. 

“Rencananya, ada 71 EWS yang meliputi EWS banjir di 27 titik, EWS longsor di 27 titik dan sirine tsunami di 17 titik, akan dilakukan pengecekan. Pengecekan ini penting untuk memastikan kondisi fisik dan fungsinya bagi peringatan dini masyarakat sekitar,” tegas Gatot, Kamis (5/3/2026). 

Lebih lanjut Gatot menyebutkan fungsi EWS sangat krusial.

Salah satunya sebagaimana yang ada di Desa Klungkung Kec. Sukorambi, Kab. Jember. 

Keberadaan EWS sangat membantu dalam mmeberikan peringatan dini terjadinya bencana banjir

Sebab, di sama ada sekitar 800 KK yang berada di dua dusun yang sering mendapat peringatan dini dari alarm yang berbunyi saat debit air sungai di wilayahnya mulai meningkat. 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved