Kamis, 23 April 2026

Kabupaten Ponorogo

Pasangan Lansia Ponorogo Jadi Korban Pencurian Dengan Modus Pengobatan Terapi, Uang dan Emas Ludes

Pasangan lansia asal Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, menjadi korban pencurian dengan modus pengobatan terapi. Uang dan emas raib.

Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM/Pramita Kusumaningrum
KORBAN PENCURIAN - Dian Rianto anak dari Bonari (68) dan Supiatun (60) yang menunjukkan lemari dimana uang Rp 10 juta dan emas perhiasan sebesar 33 gram lenyap yang disimpan di lemari rumahnya di Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (9/3/2026). Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jatim menjadi korban pencurian dengan modus pengobatan terapi yang dilakukan komplotan tak dikenal. 

Ringkasan Berita:
  • Pasangan lansia asal Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, menjadi korban pencurian dengan modus pengobatan terapi.
  •  Empat orang tak dikenal mendatangi rumah Bonari (68) dan Supiatun (60) lalu berpura-pura menawarkan jasa kesehatan.
  •  Setelah melakukan terapi, komplotan itu meninggalkan rumah korban. 
  • Belakangan diketahui uang Rp10 juta dan perhiasan emas 33 gram milik pasutri tersebut raib dari lemari.

 

SURYAMALANG.COM,PONOROGO - Kasus pencurian dengan modus terapi menimpa pasangan suami istri lansia di Ponorogo.

Korban bernama Bonari dan Supiatun kehilangan uang tunai Rp10 juta serta perhiasan emas 33 gram.

Aksi komplotan pencuri terekam kamera CCTV yang menunjukkan empat pelaku datang menggunakan mobil.

Polisi kini menyelidiki kasus tersebut dan mengimbau warga lebih waspada terhadap tamu asing.

Kronologi Kejadian

Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jatim menjadi korban pencurian dengan modus pengobatan terapi yang dilakukan komplotan tak dikenal.

Pasutri tersebut adalah Bonari (68) dan Supiatun (60). Pasutri lansia ini kehilangan uang tunai Rp10 juta dan perhiasan emas sekitar 33 gram dari dalam lemari.

“Iya bapak ibu kehilangan uang tunai dan perhiasan emas setelah didatangi empat orang dengan modus terapi,” ungkap anak korban, Dian Rianto, Senin (9/3/2026).

Dia menjelaskan yang terdiri dari empat orang ini terekam kamera rekaman CCTV (Closed-Circuit Television) yang berada di sekitar lokasi.

“Pada waktu kamis siang kurang lebih jam 12 mendekati adzan lha itu kan kejadian gini, ada 4 orang pelaku dari CCTV itu pakai mobil langsung menuju ke rumah ibu saya,” katanya.

Dian merasa aneh, komplotan langsung menuju rumah orang tuanya. Saat itu, Supiatun (ibu dari Dian) dalam keadaan habis dari sawah.

“Istirahat mau salat dzuhur, mau tidur ada orang mau ketok-ketok pintu terus dibukakan pintu, menawarkan jasa pengobatan terapi terus ibu saya ya juga namanya orang desa, ya diladeni, manut saja. Masuk ke rumah,” urainya.

Awalnya hanya tiga orang. Kemudian menyusul satu orang lainnya. Mereka mengaku bisa melakukan terapi kesehatan bagi orang tua.

“Di tengah-tengah, salah satu pelaku minta ijin ke kamar mandi. Minta ibu saya mengantarkan. Kemudian ibu saya kembali ruang tamu,” terangnya.

Dari situ, kata dia, kedua orang tuanya dilakukan terapi kesehatan. Keduanya dibaringkan oleh komplotan tersebut.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved