Selasa, 2 Juni 2026

Gresik

Warga Gresik Ancam Petugas Ekspedisi dengan Celurit Gara-Gara Pinjam Charger Ditolak

Seorang warga Gresik berinisial MD diamankan polisi setelah diduga mengancam petugas ekspedisi dengan celurit.

Tayang:
Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
ANCAM PAKAI CELURIT - Rekaman CCTV warga ancam karyawan kantor pengiriman pakai celurit di Gresik. Kini, Polsek Gresik Kota menangani kasus ancaman dengan senjata tajam yang dilakukan seorang pria terhadap petugas ekspedisi. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang warga Gresik berinisial MD diamankan polisi setelah diduga mengancam petugas ekspedisi dengan celurit
  • Peristiwa terjadi di kantor J&T Jalan Usman Sadar, Karangturi, Gresik, Minggu (8/3/2026). 
  • Insiden bermula ketika pelaku meminta izin meminjam charger handphone namun ditolak petugas. 
  • Kasus ini kini dalam pendalaman Polsek Gresik Kota dan menjadi perhatian masyarakat.

 

SURYAMALANG.COM, GRESIK -  Insiden menghebohkan terjadi di kantor ekspedisi J&T Gresik ketika seorang warga mengancam petugas dengan celurit.

Ancaman itu dipicu oleh penolakan permintaan pelaku untuk meminjam charger handphone.

Peristiwa sempat viral di media sosial dan langsung ditindaklanjuti Polres Gresik.

Saat ini, pelaku dan korban telah diperiksa untuk mendalami kasus tersebut.

Kepolisian Resor (Polres) Gresik melalui Polsek Gresik Kota mengamankan seorang yang diduga mengancam menggunakan senjata tajam (sajam)  di kantor ekspedisi J&T, Jalan Usman Sadar, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik, Rabu (11/3/2026). 

Peristiwa tersebut sempat beredar di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat. Kemudian, Polisi menerima informasi terkait kejadian tersebut melalui layanan pengaduan 110 pada Senin (9/3/2026).

Kapolsek Gresik Kota Iptu Muhammad Kevin Ramadhan, mengatakan, peristiwa tersebut bermula pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pada saat itu seorang pria berinisial MD datang ke kantor ekspedisi J&T di Jalan Usman Sadar, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik, untuk mengambil paket kiriman berupa gantungan kunci.

Sesampainya di lokasi, yang bersangkutan mengambil nomor antrean. Namun saat menunggu giliran, baterai telepon selulernya hampir habis, sementara nomor resi paket berada di dalam ponsel tersebut.

Pria tersebut kemudian meminta kepada salah satu petugas ekspedisi berinisial FE untuk meminjam pengisi daya (charger) ponsel. Namun permintaan tersebut diduga memicu kesalahpahaman, setelah pelaku mengaku mendapat respons dengan nada tinggi dari petugas.

Saat terjadi perdebatan, pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dan  akhirnya meninggalkan lokasi.

"MD kemudian pulang ke rumahnya di Karangturi, Gresik. Jarak rumah pelaku dengan lokasi kantor ekspedisi tersebut sekitar 100 meter. Tidak lama kemudian, pelaku kembali ke kantor ekspedisi J&T dan menemui petugas yang sebelumnya berinteraksi dengannya," kata Iptu Kevin Ramadhan dalam rilis Humas Polres Gresik.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kepolisian kini masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada pelaku maupun korban, kami tegaskan bahwa kasus ini masih dalam proses pendalaman oleh petugas,” imbuhnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved