Rabu, 20 Mei 2026

Pasuruan

Misteri Mayat Perempuan di Pasuruan Sudah Tewas 5 Hari: Ada Tato di Paha, Mengarah ke Pembunuhan

Penyelidikan kasus penemuan mayat perempuan tanpa identitas di persawahan Kecamatan Rejoso, kini mengarah kuat pada dugaan pembunuhan.

Tayang:
Dok. HUMAS POLRES PASURUAN KOTA
PENEMUAN MAYAT WANITA - Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Decky Tjahjono Triyoga saat memimpin rilis pada Rabu (25/3/2026) terkait penemuan mayat perempuan tanpa identitas di area persawahan Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang mulai menemui titik terang. 

Ringkasan Berita:
  • Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Decky Tjahyono Tri Yoga, menjelaskan benturan keras di kepala dan dahi menyebabkan penyumbatan aliran darah ke jantung yang mematikan. 
  • Kondisi jenazah yang sudah mulai membusuk membuat proses identifikasi sidik jari menjadi sulit. 
  • Oleh karena itu, pihak kepolisian sangat mengandalkan ciri tato di paha kiri tersebut dan mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kerabat dengan ciri serupa untuk segera melapor.

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Teka-teki penemuan mayat perempuan tanpa identitas di area persawahan Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur mulai menemui titik terang. 

Hasil autopsi Rumah Sakit (RS Pusdik Bhayangkara Porong menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan benda tumpul pada bagian vital tubuh korban.

Meski identitasnya masih misterius dan diperkirakan telah meninggal lebih dari lima hari, polisi menemukan ciri khusus berupa tato bergambar perempuan di paha kiri yang kini menjadi petunjuk utama dalam mengungkap dugaan kasus pembunuhan ini.

Hasil Autopsi Ungkap Luka Kekerasan Benda Tumpul

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Decky Tjahyono Tri Yoga menjelaskan, korban mengalami luka akibat hantaman benda tumpul di sejumlah bagian vital tubuh.

“Dari hasil autopsi, ditemukan luka akibat kekerasan benda tumpul pada bagian kepala dan dahi, serta adanya retakan pada tulang rusuk. Ini mengindikasikan korban meninggal akibat tindakan kekerasan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: MBG dan Bansos Tak Terdampak Efisisensi, Tetap Lanjut Meski Pemerintah Siapkan Pemangkasan Anggaran

Selain luka fisik, tim forensik juga menemukan indikasi gangguan fatal pada organ dalam yang diduga menjadi penyebab kematian korban.

“Terjadi penyumbatan aliran darah ke jantung yang diduga dipicu oleh benturan keras tersebut,” imbuhnya.

Estimasi Waktu Kematian dan Kendala Identifikasi

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari lima hari sebelum akhirnya ditemukan warga pada Senin (22/3/2026) sore di area persawahan.

“Estimasi waktu kematian sudah di atas lima hari. Artinya, saat ditemukan kondisi jenazah sudah cukup lama,” jelas Dhecky.

Hingga saat ini, identitas korban masih menjadi misteri.

Baca juga: Motor Pemudik Asal Surabaya Kecelakaan di Jalur Klemuk Kota Batu, Ayah Tewas, Ibu dan 2 Anak Terluka

Polisi menghadapi kendala dalam proses identifikasi, karena kondisi sidik jari korban yang telah rusak, diduga akibat proses pembusukan.

Meski demikian, petugas menemukan satu ciri khusus yang dapat menjadi petunjuk penting, yakni tato bergambar perempuan di bagian paha kiri korban.

“Kami masih berupaya mengungkap identitas korban. Ciri yang bisa dikenali sementara hanya tato di paha kiri,” katanya.

Penyelidikan Intensif dan Imbauan bagi Masyarakat

Saat ini, penyidik terus melakukan pendalaman, termasuk menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang yang sesuai dengan ciri-ciri korban.

Sejumlah langkah juga telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga pengumpulan bukti pendukung lainnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved